Tim Pemenangan ADP-Sul Nilai Tindakan Istri Camat Puuwatu Dapat Dimaklumi – Berita Kota Kendari
Beranda

Tim Pemenangan ADP-Sul Nilai Tindakan Istri Camat Puuwatu Dapat Dimaklumi

KENDARI, BKK– Tim pemengan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-Sul), menilai tindakan istri Camat Puuwatu, Martini, yang membagi-bagikan uang kepada masyarakat merupakan bentuk simpati.

Hal ini diungkapakan La Ode Ali Akbar saat ditemui di ruangannya, Jumat (20/1).

Ia menuturkan, sikap istri Syahruddin merupakan tindakan dari simpatisan fanatik paslon ADP-Sul, yang ingin berusaha memenangkan paslon di Pilwali nanti.

“Dia itu simpatisan fanatik, yang berupaya mencari suara untuk kemengan ADP-Sul, namun cara yang digunakannya melanggar, dan itu kita akui,” terangnya.

Tetapi, lanjut dia, pada dasarnya tindakan yang dilakukan Martini tidak berhubungan dengan Paslon ADP-Sul.

Dikatakan, ini dibuktikan dengan posisi Martini yang tidak terdaftar sebagai tim, dan apa yang dilakukannya bukan berdasarkan instruksi.

“Kalau dia tim maka sudah pasti tahu apa yang dilakukannya merupakan pelanggaran, dan memberikan dampak negatif terhadap paslon ADP-Sul. Jadi, pada dasarnya dia memang bukan tim melainkan simpatisan fanatik. Dan, ini mesti dimaklumi,” jelasnya.

Persoalan ini, sambung dia, kemudian dimanfaatkan paslon lain untuk dilebih-lebihkan, dan dibuat seolah berhubungan.

Padahal, menurut dia, pada dasarnya ini sama sekali tidak ada kaitannya, apalagi hingga saat ini kebenarannya masih diragukan karena bentuknya dugaan.

“Ini dibesar-besarakan, karena momentum politik, dengan harapan dapat menggunggurkan paslon yang kita dukung. Padahal, belum tentu benar. Seharusnya biarkan proses hukum berjalan dan tidak perlu saling menjustifikasi,” tukasnya.

Pemilik sapaan akrab Iwan Kambara ini juga menegaskan, persoalan ini biarlah diproses terlebih dahulu untuk membuktikan kebenarannya, bukannya dimanfaatkan untuk menjustifikasi, karena hal itu dapat berubah menjadi pencemaran nama baik.

“Kita ikuti saja dulu prosedurnya, jangan memvonis tanpa dasar, karena jangan sampai kita tuntut balik,” pungkasnya. (cr5/c/iis)

To Top