Pedagang RB dan Odong-Odong di Kebi Resahkan Penikmat Kuliner – Berita Kota Kendari
Beranda

Pedagang RB dan Odong-Odong di Kebi Resahkan Penikmat Kuliner

KENDARI, BKK– Lokasi wisata kuliner yang dicanangkan Wali Kota Kendari Ir Asrun sejak 29 November 2014 di Kendari Beach (Kebi) kini fungsinya bias.

Lokasi ini telah didominasi pedagang pakaian bekas (RB) dan sarana bermain anak-anak, seperti, odong-odong.

Salah satu pengamat sosial, Khabirun SSos MSos ditemui di kediamannya mengatakan, Jumat (20/1), keberadaan pedagang RB dan odong-odong di Kebi sangat mengganggu aktivitas warga yang ingin menghabiskan waktunya di sana.

“Hal itu dipicu akibat suasana Kebi yang telah berubah seperti pasar dan diperparah dengan akses jalan yang telah dibuat sempit,” terangnya.

Dari itu, lanjut dia, peran pemerintah dalam hal ini sangat dibutuhkan, karena selain melanggar aturan, pedagang RB dan odong-odong juga telah melanggar kesepakatan awal yang sebelumnya telah dibangun antara pemerintah kota (pemkot) dan pedagang.

“Sebelumnya kan ada kesepakatan antara pedagang dan Pemkot, yaitu tidak boleh berjualan di areal jalan karena sangat mengganggu. Untuk itu dibuatlah kesepakatan, yaitu jika ingin menjual maka harus dibagian taman,” jelasnya.

Sekarang, ujar dia, para pedagang telah melanggar, dan ironinya Pemkot dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari tidak mampu berbuat apa-apa.

“Kalau ini dibiarkan dan tidak disikapi maka dua tahun lagi pasti Kebi sudah berubah menjadi pasar, yang dari segi peruntukannya hal itu sangat melanggar,” tukasnya.

Menyikapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Kota Kendari La Ode Umar Bonte ditemui terpisah di ruangannya mengatakan, Jumat (20/1), persoalan Kebi menjadi tempat pedagang RB memang telah sering dibahas, bahkan DPRD Kota kendari telah mengeluarkaan rekomendasi terkait hal ini.

“Rekomendasi kita yaitu meminta Pemkot untuk mencarikan tempat baru bagi para pedagang untuk berjualan, dan sambil menunggu hal itu kita juga memperbolehkan pedagang terus berjualan asal di bagian tengah taman,” bebernya.

Jika rekomendasi ini dilanggar, lanjut dia, maka ada konsekuensi yang diterima yakni para pedagang akan ditertibkan secara paksa, dan itu tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Dan, mestinya Satpol PP harus terus mengawasi perkembangan di sana tanpa menunggu keluhan dari masyarakat, karena itu tugas mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Satpol PP Kota Kendari Haeryanto Sada mengatakan, sampai saat ini pihaknya tidak tahu jika para pedagang telah kembali berjualan di areal jalan dan mengganggu pengguna jalan.

“Tapi berdasarkan laporan ini, maka kami akan melakukan pengawasan kembali di sana untuk menertibkan para pedagang,” janjinya.(cr5/b/iis)

To Top