Beranda

Hadapi MEA, Mahasiswa Didorong Melek Hukum

KENDARI, BKK – Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi. Namun, juga harus paham dengan aturan dan hukum dalam sistem perdagangan bebas ini.

Dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Muhamad Yamin selaku wakil rektor I di kampus tersebut mengatakan, menghadapi MEA warga negara yang satu dengan yang lainnya tidak lagi memiliki jarak. Dalam hal ini, tentu dibutuhkan kemampuan untuk menguasai segala bidang serta pengetahuan hukum itu sendiri.

“Kita harus menyiapkan sumber daya manusia agar bisa berkompetisi di era MEA nanti. Dengan kuliah umum ini mahasiswa diberikan pembekalan danĀ  pengetahuan hukum yang ada di Indonesia dalam rangka berkompetisi menghadapi MEA, ” ujar Yamin dalam kuliah umum tersebut dengan tema Asean Ekonomic Comunity Indonesian Legal Preporedness dalam rangka menghadapi MEA 2017.

Ia membeberkan, yang menjadi salah satu permasalahan sekarang ini adalah pengembangan sumber daya manusia. Untuk menjawab persoalan itu, UMK sendiri, sembungnya, terus berupaya memberikan pemahaman kepada mahasiswanya bagaimana mempersiapkan diri menghadapi MEA tersebut.

“Kami di UMK memberikan regulasi bagi mahasiswa untuk bisa lulus sarjana dengan menerapkan nilai Toefl yang dirasa cukup untuk menjadi bekal untuk berkompetisi dalam dunia kerja MEA. Kami juga membangun kerja sama dengan negara lain, contohnya dengan pertukaran pelajar atau melalui KKN Internasional dan hal itu sudah kami jalankan, ” bebernya.

Pertukaran mahasiswa yang dilakukan selama 60 hari tersebut, tambahnya, diharapkan dapat memberikan pertukaran informasi, serta ilmu pengetahuan. Di samping itu, juga dapat belajar budaya antar negara.

“Seperti Filipina dan Thailand bisa belajar di UMK, sehingga terjadi kerja sama antara institusi dengan sangat baik,” tutupnya. (p12/b/nur)