FIB Jurusan Arkeologi UHO Terlibat dalam Pengembangan Pariwisata Kendari II Airfield – Berita Kota Kendari
Beranda

FIB Jurusan Arkeologi UHO Terlibat dalam Pengembangan Pariwisata Kendari II Airfield

Ketgam: Ketua Jurusan Arkeologi Dra Sitti Kasmiati

KENDARI, BKK– Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Arkeologi Universitas Halu Oleo (UHO) terlibat dalam pengembangan pariwisata Kendari II Airfield, Landasan Udara  (Lanud) Haluoleo (HLO).

Pengembangan situs  dan pengembangan pariwisata di Kota Kendari yang terdapat di kawasan Lanud HLO itu, tidak lepas dari peran serta dari mahasiswa jurusan arkeologi UHO dalam melakukan riset dan pengembangan kebudayaan.  Hal ini pun sesuai dengan arahan Kementerian Riset Teknolodi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) .

“Dalam pengembangan pariwisata Kendari II Airfield ini,  kami dari jurusan arkeologi sangat mendukung. Kegiatan tersebut juga melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Associantions of the Indonesian Tours & Travelagencies (ASITA),” terang Ketua Jurusan Arkeologi UHO, Dra Sitti Kasmiati Msi saat ditemui, Jumat (20/1).

Objek wisata yang ada di Lanud HLO, katanya,  mempunyai tempat yang sangat strategis. Sebab, kawasan tersebut berada di wilayah bandara sehingga akan memudahkan pengunjung dari luar daerah.

“Ke depannya,  kita mesti juga melakukan analisis dampak sosial agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Laode Ali Ahmadi mengatakan,  pengindentifikasian selama 2012-2016 terdapat 152 titik tinggalan arkeologis yang terdapat di kawasan Lanud HLO. Peninggalan kolonial Jepang tersebut terdiri dari  bunker,  gudang amuni, sirevetment dan  terowongan

“Bunker, gudang amunisi, revetment dan  terowongan bawah tanah ini sudah menjadi persyaratan untuk keunikan dan kekhasan dari sebuah destinasi khususnya destinasi budaya dan sejarah yang ada di Lanud HLO ini,” tuturnya.

Ia membeberkan, menetapkan cagar budaya yang salah satunya berada di wilayah kemiliteran  ini, merupakan tempat destinasi satu-satunya di Indonesia, sebab memiliki daya tarik terunik.

Sebagaimana yang diamanatkan undang-undang, sambungnya, cagar budaya merupakan  bagian dari pendidikan. Hal ini menurutnya bisa terwakili dengan adanya destinasi di kawasan Lanut HLO tersebut.

“Harapan ke depan, kita bisa mempromosikan peninggalan Jepang ini dan menjadi ikon wisata  penting di daratan. Terlebih,  posisinya yang sangat istimewa dari wilayah daratan dan menjadi tujuan wisata baru di Indonesia dan internasioal yang bisa diperhintungkan dari destinasi tujuan pariwisata,” pungkasnya. (p12/b/nur)

To Top