Bupati Ancam Copot Camat dan Kades ***Jika Penanaman Jagung Hibrida Gagal – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Bupati Ancam Copot Camat dan Kades ***Jika Penanaman Jagung Hibrida Gagal

WANGGUDU,BKK – Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin mengeluarkan pernyataan keras. Dia mengancam akan memecat kepala desa (Kades) yang tidak mampu menyukseskan program penanaman jagung hibrida.

Hal itu diungkap dalam rapat bersama seluruh Kades se-Kabupaten Konut, yang membahas progres program tersebut di Aula Anawaingguluri, Jumat (20/1). Ternyata, dalam rapat itu terungkap bahwa laju penanaman amatlah lambat. Hal inilah yang memicu kekesalan Ruksamin.

Progres penanaman jagung sejak 1 bulan lalu, masih jauh dari target. Sementara batas waktu yang ditargetkan yakni Maret, semakin mendekat.

Berdasarkan laporan penyuluh pertanian di setiap kecamatan, minimnya animo masyarakat untuk turut menanam jagung bersumber dari kepala desa. Rata-rata, para kepala desa tidak mensosialisasikan atau kurang proaktif untuk mendorong masyarakatnya bercocok tanam jagung.

“Sekarang kita buat pernyataan. Berapa lahan yang disediakan masing-masing kepala desa untuk ditanami jagung. Selanjutnya kita tandatangani. Itu yang menjadi target. Kalau tidak tercapai, kepala desanya akan saya pecat,” kata Ruksamin dengan nada keras.

Pertaruhan jabatan itu tidak hanya berlaku untuk kepala desa yang gagal. Ruksamin menegaskan, hal serupa akan berlaku bagi para camat yang kepala desanya gagal mencapai target.

“Untuk camat juga. Kita akan akumulasikan, kemudian dicopot. Supaya camat berkoordinasi terus dengan kepala desa,” lanjut Ruksamin.

Sementara, Wakil Bupati, Raup berpesan para Kades dan Camat tidak menanggapi negatif ancaman pemecatan tersebut. Menurutnya, hal itu harus dijadikan motivasi atau tantangan tersendiri dalam menyukseskan program unggulan tersebut.

“Yang kita butuhkan keseriusan dan tanggung jawab masing-masing pihak. Kalau jagung ini kita sukseskan, maka perekonomian masyarakat kita akan meningkat. Ini kita lakukan untuk rakyat. Tidak ada yang masuk APBD. Kita hanya mediasi, kita gunakan kewenangan kita untuk kepentingan rakyat. Bukan masuk kantong pribadi,” jelas Raup.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Konut, Nasution mengurai hingga saat ini, total penanaman jagung hibrida baru mencapai 57 hektar. Pencapaian ini sangat jauh dari target untuk tahap awal yang direncanakan 2000 hektar.

Dirinya mengaku, pihaknya akan terus bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk pembukaan lahan yang membutuhkan alat berat pada lahan yang tergolong berat untuk tercapainya target tersebut. Sebagai percontohan bagi masyarakat, Nasution juga mengaku sudah membuat
demplot seluas 10 hektar di kecamatan Wiwirano.

“Saya berharap, pada saat ada usulan dari kelompok tani, tolong kades turun untuk melakukan pengecekan di lapangan. Data lahan harus betul-betul valid dari Kades. Tidak hanya sekedar menerima usulan dari kelompok. Jangan sampai yang dilaporkan tidak sesuai di lapangan,” katanya. (k7/b/aha)

To Top