Suksesi

Amankan Pilkada, Kapolda Sultra Minta Jajarannya tak Lukai Hati Masyarakat

luis/BKK
Ketgam, Kapolda Sultra, Brigjen Pol Andip Budhi Revianto SIK saat memberikan sambutanya dalam rangka kunjungan kerjanya di Kabupaten Kolaka Utara jelang Pilkada 15 Februari.

LASUSUA, BKK – Pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) menjadi salah satu tanggung jawab pihak kepolisian. Namun dalam momen pesta demokrasi ini, jajaran pihak keamanan itu diharapkan untuk tidak membuat hati masyarakat terluka dan perbanyak jalin komonikasi.

Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol Andip Budhi Revianto  di sela-sela kunjungannya di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Jumat (20/1).

Dikatakannya, menjalankan tugas dalam momen pilkada serentak 2017 ini, polisi harus selalu siap menerima masukan dari warga, utamanya terkait keamanan daerah.

“Kapolres dan jajaranya harus terbuka, perbanyak komunikasi dengan masyarakat, mau menerima masukan dan keluhan warga. Jangankan berkunjung  di polres, warga kapan pun waktunya boleh berkunjung di mapolda di Kendari untuk melakukan komunikasi, sebab mapolda dibangun memakai uang rakyat,” ujarnya saat memberikan sambutanya di Pendopo Rujab Bupati Kolut.

Dalam rangka kunjungannya di Kolut tersebut, mantan Kapolres Jakarta Utara ini mengaku, selain  silaturrahim ia juga ingin melihat langsung kesiapan jajarannya di Polres Kolut untuk mengamankan pilkada. Ia berupaya memberikan support dan pencerahan, sehingga anggotanya siap dalam menghadapi dinamika atau tantangan tugas yang ada nanti.

“Kapolres dan jajaranya dalam menjalankan tugas untuk tidak lupa berdoa dan berusaha maksimal untuk memberikan rasa aman, nyaman, tentram dan damai pada masyarakat dalam melakukan segala aktifitas,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para pasangan calon (Paslon) yang akan bertarung di Pilkada Kolut agar siap kalah dan siap menang. Menurutnya,  ketika ingin meraih jabatan itu didasari dari rasa masing-masing individu yang ingin membangun daerah dan aturan mainnya sudah ada.

Sebab itu, sambungnya, ketika proses demokrasi yang waktu pelaksanaannya tinggal menghitung hari ini, tercederai oleh perilaku-perilaku yang tidak semestinya dilakukan, itu artinya telah terjadi kemunduran satu langkah. Sebab, dampak negatifnya akan merugikan diri sendiri dan bahkan semua pihak.

Sementara itu, Bupati Kolut, Rusda Mahmud dalam sambutannya mengatakan,  menjelang pesta demokrasi di wilayah pimpinannya itu, ia berharap agar jajaran kepolisian bekerja profesional dalam memberikan pelayanan, pengayoman dan pelindung pada masyarakat.

“Kolaka Utara ini daerah yang sangat damai, namun saat ini menjelang pelaksanaan pilkada beberapa kejadian yang menimpa masyarakat yang berpotensi pada terjadinya konflik, sehingga aparat keamanan dituntut untuk lebih profesional,” kata Rusda.

Menurut Rusda, harapan ini bukan bentuk interfensi atas kinerja jajaran kepolisian. Namun, harapan itu yang banyak diterimanya dan disampaikan masyarakat yang mengalami intimidasi, pengancaman sampai dengan penganiyayaan.

“Dalam waktu satu bulan terakhir ini, ada dua kasus penganiyayaan yang menimpa seorang supir mobil dan aparat desa yang mengakibatkan luka, sehingga dibutuhkan penanganan yang serius untuk memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum,” ujar Rusda.

Rusda menambahkan sebagai kepala daerah, pihaknya juga harus bisa menjamin pelaksanaan pilkada dapat berjalan sesuai dengan undang-undang dengan damai. Pesta demokrasi ini tentunya diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, dalam rangka kunjungan orang nomor satu di Polda Sultra tersebut, seluruh paslon yang akan bertarung di Pilkada Kolut juga diundang untuk hadir di rujab bupati. Namun, yang hadir hanya pasangan H Nurrahman Umar – H Abbas. (k6/b/nur)