PDIP Optimis Menangkan Pilkada Kolut – Berita Kota Kendari
Suksesi

PDIP Optimis Menangkan Pilkada Kolut

Ir Hugua saat memberi keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Kota Lasusua

LASUSUA, BKK – Memiliki survei yang tinggi, Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sultra, Hugua optimis partainya akan mampu memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Bobby-Maksum (BAP-MR),  dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kolaka Utara (Kolut) 5 Februari medatang.

Hugua mengatakan, dari tujuh daerah di Sultra yang akan menggelar pilkada serentak Februari mendatang, PDIP mentargetkan harus menang di empat kabupaten. Salah satunya di Kolut.

“Untuk pilkada serentak ini target kami menang di empat daerah. Kolut adalah salah satu target utama, kami optimis akan mampu meraih suara terbanyak,” tegas Hugua, yang di temui di Lasusua, Kamis (19/1).

Mantan Bupati Wakatobi dua priode ini menegaskan, mesin partai yang dijalankan selama ini sudah bekerja maksimal. Upaya itu pun menurutnya, mampu menghantarkan paslon BAP-MR memuncaki perolehan suara pada Pilkada Kolut nanti.

“Tadi kami sudah membuka badan pelatihan saksi untuk pilkada mendatang. Kita berharap sekuritas suara bisa terjamin karena selama ini kami selalu menganjurkan tim untuk mencari suara sebanyak-banyaknya, begitu suara ada maka diamankan, dalam hal ini saksi adalah salah satu elemen penting dalam pengamanan suara,”katanya.

Menyinggung soal kondisi politik di Kolut jelang pelaksanaan pilkada, Hugua menilai, sejauh ini masih cukup kondusif.

“Dalam situasi yang semakin dekat begini biasalah kalau situasi agak sedikit menghangat. Itu terjadi di mana-mana bukan hanya di Kolut, yang paling penting jangan sampai eskalasinya membesar lalu mengganggu Kamtibmas, selama itu terjadi antara tim satu dengan tim lain itu biasa,” tutur Hugua.

Meski begitu, dirinya mengimbau seluruh masyarakat Kolut untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan. Menjaga etika dengan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan, khususnya aktifitas money politic.

“Money politic itu kan jelas-jelas dilarang oleh undang-undang, sebab akan berpotensi menimbulkan benturan. Okelah kalau masih sebatas benturan psikologis, tapi kalau sudah sampai benturan fisik akhirnya kan larinya ke crime,” ujarnya. (k2/b/nur).

To Top