Menjual di Kawasan Tracking Mangrove Akan Dipungut Rp 350 Ribu Per Bulan – Berita Kota Kendari
Beranda

Menjual di Kawasan Tracking Mangrove Akan Dipungut Rp 350 Ribu Per Bulan

KENDARI, BKK – Pemerintah Kota Kendari mulai mengincar objek wisata tracking mangrove sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Kota Kendari Hj Nahwa Umar saat ditemui wartawan mengatakan, Kamis (19/1), pihaknya optimis tracking mangrove akan menjadi penyumbang PAD terbesar Kota Kendari ke depannya.

Berkait itu, pihaknya akan mengelolanya dengan baik dan juga memperindahnya, sehingga masyarakat yang hendak mengunjunginya lebih banyak pula. Salah satunya, dengan membangun gazebo.

“Selama ini memang saya selalu berpikir apa lagi yang bisa kita dapatkan untuk menambah PAD Kendari. Dan, tracking mangrove pengerjaannya sudah selesai, dan dari pihak satuan kerja (satker) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sudah menyampaikan ke kami agar kami segera mengelola tracking mangrove, dari parkirnya sampai retribusinya,” papar Nahwa Umar.

Dikatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi, dan kemungkinan dalam waktu dekat sudah mulai dikelola.

“Walaupun parkir sudah dikelola lebih dulu oleh orang-orang setempat, dengan syarat melaporkan kepada Dispenda,” ujarnya.

Menurut dia, tidak ada masalah jika masyarakat ingin mengelola parkirannya, asalkan sesuai dengan prosedur.

“Kami itu berapa pun nilainya yang kami dapatkan dari PAD, meskipun kecil, tapi jika dikumpul atau dikelola dengan baik maka akan menjadi banyak, sehingga dapat menambah sumber PAD kita,” terangnya.

Terlebih, sambung dia, Wali Kota Kendari Asrun memiliki kemauan besar untuk membangun Kota Kendari, sehingga selaku instansi yang berkaitan erat dengan itu harus pandai-pandai mencari sumber uang yang bisa didapatkan, untuk menyumbang PAD walaupun kecil.

“Saya sangat optimis dengan adanya sumber PAD yang baru ini dapat meningkatkan PAD Kota Kendari.

Apalagi, selama ini tidak pernah PAD kita stagnan. Hal itu disebabkan ada terus pemasukan. Meskipun kecil-kecil, tapi ada,” paparnya.

Ancang-ancang, penetapan tarif retribusinya dibedakana antara orang dewasa dan anak-anak. Yaitu, anak-anak Rp 1.000 sedangkan orang dewasa Rp 3.000.

Masih kata dia, ada juga retribusi yang dibebankan kepada masyarakat yang ingin menjual di sekitaran tracking mangrove, akan dikenakan beban pemakaian kekayaan daerah. Itu disesuaikan dengan luasan lahan yang digunakan, yakni Rp 350 ribu per bulan. (cr6/c/iis)

To Top