Menjaga Stabilitas Harga Pangan, Bulog Bentuk RPK – Berita Kota Kendari
Beranda

Menjaga Stabilitas Harga Pangan, Bulog Bentuk RPK

Keterangan Gambar : Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Endang Subowo MM bersama Kepala Divisi Regional (Divreg) beserta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan swasta saat meresmikan Rumah Pangan Kita (RPK) di Bulog Sultra, Kendari, Kamis (19/01)
(Faisal/BKK)

KENDARI, BKK– Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) mendirikan Rumah Pangan Kita (RPK) guna menjaga stabilitas harga pangan di Indonesia.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri pada Perum Bulog Endang Subowo MM menjelaskan, RPK merupakan masyarakat yang dibina bulog untuk memutus mata rantai perdagangan.

Pembentukan RPK sesuai dengan tugas utama Bulog, yaitu menjaga stabilitas harga pangan pokok.

“RPK inilah yang akan menjadi jembatan agar harga bahan pangan pokok ini menjadi stabil,” kata Endang, saat ditemui usai menyosialisasikan RPK di Kantor Divisi Regional (Divreg) Bulog Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (19/01).

Ia mengatakan, dengan adanya RPK, Bulog akan lebih dekat dengan masyarakat.

Sebab, masyarakat akan lebih mudah mencari pangan dengan harga murah serta kualitas terjaga.

Endang menjelaskan, pangan yang dijual Bulog ke RPK terdiri dari beberapa varian, di antaranya beras medium, beras premium, dan beras super kepala.

Begitu pula dengan gula, ada gula medium dan premium.

“Nanti kita akan branding, yang namanya beras itu beras kita, dan yang namanya gula itu gula manis kita,” ungkapnya.

Endang menambahkan, RPK sudah terbentuk di seluruh Indonesia yang jumlahnya sebanyak 7 ribu RPK terbentuk.

Ia menargetkan di 2017, jumlah RPK mencapai 74 ribu.

“Jadi kita targetkan minimal 1 desa 1 RPK. Kalau 1 desa 1 RPK, kita akan mencapai jumlah 74 ribu di 2017,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Divreg Bulog Sultra La Ode Amijaya Kamaluddin mengatakan, di Sultra jumlah RPK yang ada sudah berjumlah 200 RPK, namun yang masih aktif sebanyak 197 RPK.

“Kita juga akan berupaya melakukan sosialisasi terkait RPK ini sehingga kita bisa tingkatkan jumlahnya,” ungkap Amijaya.

Ia menjelaskan, keberadaan RPK sangat besar manfaatnya.

Selain dapat memutus rantai pasar, RPK juga dapat membuat harga lebih murah, sebab yang selama ini dianggap pasokan pangan mahal akibat distribusi pangan pokok tidak langsung ke masyarakat, dalam hal ini melalui agen ataupun mafia pangan.

“Dengan adanya RPK di Sultra, diharapkan dapat menjaga kestabilan harga pangan pokok di Sultra,” harapnya. (p11/c/iis)

To Top