Mahasiswa Sultra Tuntut Bubarkan FPI dan HTI – Berita Kota Kendari
Beranda

Mahasiswa Sultra Tuntut Bubarkan FPI dan HTI

Ketgam: Wakil Ketua DPRD Sultra sepakat dengan tuntutan mahasiswa
(Foto: Faisal/BKK)

KENDARI, BKK– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra.

Dalan aksinya, mahasiswa meminta dan mendesak agar ormas atau kelompok yang mengancam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibubarkan, yaitu Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Koordinator lapangan KBM UHO, Hasdin Kare mengatakan, sesungguhnya Indonesia sedang sedang menghadapi problem multidimensi yang serius.

Hal itu membutuhkan partisipasi dari kalangan mahasiswa dan pemuda agar keutuhan NKRI tetap terjaga.

“Keutuhan NKRI bisa terpecah belah jika tidak adanya harmonisasi antar umat beragama dan adanya kelompok atau ormas-ormas yang tidak patuh pada ideologi negara,” ujar Hasdin, dalam orasinya di gedung DPRD Sultra, Kamis (19/01).

Ia mengatakan, NKRI merupakan kesatuan yang harus dijaga bersama, kelompok-kelompok tidak dibenarkan melakukan intervensi keutuhan NKRI yang berdasar pada 4 pilar kebangsaan.

Dikatakannya, harmonisasi antar sesama perlu di kedepankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga masyarakat Indonesia dapat hidup nyaman, tentram, dan adil tanpa mengedepankan kepentingan pribadi.

Hasdin menambahakan, berbagai macam persoalan yang ada saat ini mulai dari masuknya tenaga kerja asing (TKA), ancaman perpecahan antar unat beragama, antar suku, etnis serta kelompok, tidak adanya rasa saling menghormati, toleransi serta kerukunan umat beragama, bahkan munculnya kelompok-kelompok yang berniat mencederai pilar-pilar kebangsaan.

Untuk itu, KBM Sultra meminta serta mendesak untuk bubarkan ormas atau kelompok yang mengancam kesatuan NKRI serta adili kelompok yang mencederai pilar-pilar kebangsaan.

“Kami juga meminta masing-masing umat beragama agar saling menghormati dan saling menghargai, serta marilah kita menjaga kebhinekaan, toleransi, dan kerukunan hidup antar umat beragama,” tandasnya.

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Wakil Ketua DPRD Sultra Nursalam Lada mengatakan, ia sangat sepakat dengan tuntutan mahasiswa untuk segera membubarkan organisasi yang tidak mengakui Pancasila sebagai Ideologi negara.

Nursalam mengatakan, tuntutan KBM Sultra akan ditindaklanjuti. Pihaknya akan membuat surat tembusan ke Kementrian dalam Negeri (Kemendagri), DPR RI, Polri, serta Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) berkait permintaan mahasiswa untuk menertibkan organisasi yang mengancam kesatuan NKRI.

“Kami juga akan mengadakan rapat bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Kesbangpol, Kemendagri, serta Komisi I DPRD Sultra untuk menyikapi kondisi bangsa ini. Nanti teman-teman mahasiswa akan kita libatkan dalam rapat itu,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini. (p11)

To Top