Istrinya Kedapatan Bagi-Bagi Uang, Camat Puwatu: Saya Tidak Tahu Kalau Istriku Lakukan Itu – Berita Kota Kendari
Beranda

Istrinya Kedapatan Bagi-Bagi Uang, Camat Puwatu: Saya Tidak Tahu Kalau Istriku Lakukan Itu

KENDARI, BKK – Camat Puuwatu Syahruddin mengaku dirinya sama sekali tidak tahu menahu istrinya, Martini, membagi-bagikan uang kepada masyarakat.

Uang dibagikan pada Rabu (18/1) malam sekitar pukul 19.40 Wita, dihentikan oleh tim pemenangan Abdul Rasak-Haris Andi Surahman, karena konon dimaksudkan untuk menggiring masyarakat menghadiri sosialisasi Pasangan Calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-Sul).

Camat juga membantah pernah memanggil dan mengumpulkan seluruh ketua RT/RW se-Kecamatan Puuwatu untuk mengajak warga hadir dalam sosialisasi paslon bernomor urut 2 itu. Kasus ini segera dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Kendari.

“Saya tidak tahu istriku ada dimana. Saya juga tidak pernah memanggil seluruh Ketua RT/RW untuk mengumpulkan warganya hadir di sosialisasi ADP-Sul. Tidak tahu kenapa dituduhkan seperti itu,” tepisnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/1).

Terpisah, Ketua Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa pada Panwaslu Kota Kendari Sahinuddin soal ini mengatakan, pihaknya akan melakukan register atas laporannya untuk kemudian dilakukan klarifikasi.

“Kami akan lakukan klarifikasi dulu atas laporannya baik terhadap pelapor maupun saksi mata. Pelapor saat ini kita sudah periksa, kalau memang terbukti maka kami akan tindaki,” ucapnya.

Diketahui, bagi-bagi uang itu langsung ditangkap oleh tim Barisan Intelijen Rasak (BIR) paslon Abdul Rasak-Haris Andi Surahman (Rasak-Haris).

“Awalnya itu saya intip-intip dulu dari jendela rumahku. Pas saya lihat dia (Martini, red) bagi-bagikan yang peserta undangan untuk menghadiri kampanyenya , ADP-Sul, saya langsung datangi dan menanyakan sama dia. Kenapa kita bagi-bagikan ini uang kepada warga? Itu tidak boleh dilakukan,” kata Jabar, saat ditemui di lokasi kejadian.

“Saat saya kasitahukan begitu, dia langsung bentak saya. Dia (Martini, red) bilang, kenapa kalau saya bagi-bagikan. Saya tidak takut biar dipecat. Saya tidak pusing banyak uangku. Begitu dia bilang,” Jabar menirukan ucapan Martini.

Atas kejadian itu tim BIR paslon bernomor urut 1 ini langsung melakukan pelaporan di Panwaslu Kota Kendari.

“Saya tidak terima dengan dia melakukan bagi-bagi uang, karena itu merupakan money politic. Saya sebagai tim pendukung Paslon Rasak-Haris akan melaporkan kejadian ini dan mempresur agar cepat diproses. Masa secara terang-terangan begitu dia bagi-bagikan uang beserta undangan kampanye ADP-Sul,” tegasnya.

Dilaporkan, uang yang dibagikan itu berjumlah Rp 50 ribu per kepala, dan uang yang telah dibagikan itu sebanyak 30 orang warga di salah satu rumah pemenangan ADP-Sul atas nama Ismail Baso.

Sebuah laporan lagi menyebutkan, malam sebelumnya, seluruh ketua RT/RW diundang rapat bersama di rumah Camat Puwatu dalam rangka untuk melakukan kempanye paslon nomor urut 2 di Kelurahan Puuwatu.

Haris Andi Surahman yang berhasil dikonfirmasi menyatakan dirinya sangat menyayangkan adanya kejadian money politic tersebut.

Menurutnya, perbuatan tersebut merupakan perbuatan pelanggaran dan sangat mencederai tatanan demokrasi. Sehingga, dirinya mendesak Panwaslu Kota Kendari untuk segera mengambil tindakan dan agar menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kalau mau ajak masyarakat untuk ikut sosialisasi seharusnya tidak musti pakai money politic seperti itu karena, itu sudah melanggar aturan pilkada dan sangat mencederai tatanan demokrasi kita. Panwaslu Kota Kendari harus memproses kasus ini. Karena jangan sampai mandek lagi karena jelas ini sudah melanggar dan masuk dalam perbuatan pidana,” ujarnya. (m2/b/iis)

To Top