Evaluasi Debat Kedua Cawali # Agar Berlangsung Lebih Baik – Berita Kota Kendari
Headline

Evaluasi Debat Kedua Cawali # Agar Berlangsung Lebih Baik

Ketgam: Muhamad Endang SA (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Pelaksanaan debat kandidat Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Piwali) Kendari tahap I 28 Desember 2016 lalu, sukses dijalankan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, menurut sebagai orang masih ditemukan beberapa kekurangan yang harus dievaluasi agar debat tahap II di 31 Januari nanti bisa lebih baik lagi.

Misalnya dalam posisi tempat duduk sesama pendukung pasangan calon (Paslon) maupun jarak sesama peserta kandidat, jaraknya begitu dekat dengan penonton.

Hal ini diungkapkan tim pemenangan paslon nomor urut 3, Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud (Zayat-Syahria), Muhamad Endang SA. Menurutnya, masih banyak yang perlu dievaluasi KPU Kota Kendari dalam mensukseskan debat putaran kedua nantinya. Hal ini, kata dia, untuk menarik simpati masyarakat  yang sama sekali belum menentukan pilihannya untuk memilih paslon unggulannya.

“Saya yakin masyarakat Kota Kendari yang belum menentukan pilihannya kepada salah satu paslon Wwali kota sedang menunggu debat putaran kedua untuk kemudian menentukan pilihannya. Kita tahu sudah ada debat pertama, untuk itu kita harapkan KPU Kota Kendari melakukan evaluasi hasil debat pertama supaya dalam debat putaran kedua nantinya itu bisa lebih baik lagi dan betul-betul sukses pelaksaan dan tujuannya,” katanya saat ditemui di salah satu posko pemenangan Zayat-Syahria, Kamis (19/1).

Dikatakannya, tujuan dalam debat itu sebenarnya menjadi wahana bagi masing-masing paslon untuk menyampaikan  dan mengeksplore gagasannya  untuk membangun daerah menjadi lebih baik. Selain itu, untuk menjadi wahana sebagai pemilih yang belum sempat menentukan pilihannya saat ini.

Sehingga, sambung lelaki yang juga suami dari Suri Syahriah Mahmud ini, yang harus dievaluasi dalam debat adalah memastikan ketika debat dalam putaran kedua nantinya, setiap paslon itu harus nyaman dalam menyampaikan gagasannya. Tidak seperti debat putaran pertama itu.

“Seperti posisi tempat duduk dan jarak antara sesama pendukung dan paslon saat melakukan debat, pemisah diantara tempat duduk sesama pendukung itu harus Kepolisian Wanita (Polwan). Jangan malah pejabat di sektor pemerintahan karena dalam debat putaran pertama lalu itu, sempat saya lihat ada para pejabat pemerintahan ikut masuk mendukung dan berteriak saat salah satu paslon selesai berbicara. Sehingga harus cari seseorang yang betul-betul netral,” pintanya.

Selain itu, lanjut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sultra ini, posisi tempat duduk untuk masing-masing paslon harus berhadapan langsung ke pendukungnya. Bukan malah berhadapan dengan pendukung lawan politiknya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Kendari, Ade Suerani mengakui masih banyak hal yang bakal diubah untuk dievaluasi dalam debat putaran kedua nantinya. Terutama, kata dia, posisi tempat duduk seperti permintaan dari masyarakat.

“Posisi tempat duduk itu akan dirubah, bukan seperti posisi tempat duduk saat debat putaran pertama lalu. Seperti yang diinginkan masyarakat bahwa setiap paslon harus mengahadap ke masing-masing tim pendukungnya, kita akan evaluasi seperti itu kedepannya,” pungkasnya. (m2/b/nur)

To Top