Boros Anggaran, Debat Pilwali Diminta tak Gunakan TV Nasional – Berita Kota Kendari
Suksesi

Boros Anggaran, Debat Pilwali Diminta tak Gunakan TV Nasional

KENDARI, BKK – Debat Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Kendari tahap II yang akan digelar 31 Januari mendatang, rencananya akan disiarkan langsung melalui televisi (TV) nasional. Namun, hal ini dinilai hanya sebagai pemborosan anggaran yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara.

Atas alasan itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sultra, Muhamad Endang SA meminta agar KPU mempertimbangkan untuk menggunakan TV nasional. Menurutnya, sebaiknya hanya menggunakan TV lokal yang pembiayaannya jauh lebih murah.

“Anggarannya debat kedua nanti dengan menggunakan TV nasional  itu sampai Rp 1,8. Tapi kalau KPU Kota Kendari menyiarkan melalui TV lokal saja pasti lebih bisa menghemat anggaran Rp 1,3 miliar karena anggarannya itu hanya sekitar Rp 500 juta saja,” ungkap Endang saat ditemui, Kamis (19/1).

Lagian, lanjut mantan anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) ini, penggunaan TV nasional dalam debat pilwali bukanlah hal yang penting. Pasalnya, yang perlu menyaksikan debat tersebut hanyalah warga Kota Kendari, bukan seluruh masyarakat Indonesia.

Selain itu, sambungnya, karena penggunaan TV nasional, debat tahap II ini direncanakan hanya berlangsung 90 menit. Hal ini pun menurut Endang tidak efektib, sebab tidak memberikan waktu maksimal kepada masing-masing kandidat dalam menyampaikan gagasannya dalam memimpin daerah nanti.

“Bagaimana mungkin waktu yang diberikan dalam debat putaran kedua itu hanya 90 menit. Sementara banyaknya sambutan-sambutan yang akan disampaikan, baik itu sambutan ketua KPU, ditambah lagi sebelum debat dimulai akan ada lagu-lagu pembuka serta perkenalan moderator yang akan mengurangi waktu debat itu,” cetusnya.

Tema debat itu pun nanti, menurutnya, perlu mendapat penjelasan panjang dari masing-masing paslon. Hanya saja bila waktu yang diberikan begitu singkat maka gagasan para kandidat tidak tersampaikian dengan baik.

“Makanya saya minta KPU supaya tidak perlu gunakan TV nasional. Cukup pakai TV lokal seperti debat tahap I kemarin, dengan durasi waktu 120 menit,” tandasnya. (m2/b/nur)

To Top