Niat Bantu Warga, Berbuah Laporan # Tim Derik Lapor Panwasli, La Ode Azhar ‘Kepanasan’ – Berita Kota Kendari
Headline

Niat Bantu Warga, Berbuah Laporan # Tim Derik Lapor Panwasli, La Ode Azhar ‘Kepanasan’

KENDARI, BKK – Dalam suasana pilkada seperti saat ini, berhati-hatilah para politisi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Boleh jadi bantuan itu bisa dikategorikan praktek money  politic (politik uang).

Seperti itulah yang dialami politisi Partai Golkar, La Ode Azhar. Dalam kapasitasnya sebagai anggota dewan, dia berbagi rejeki dengan membagikan minyak goreng kepada warga di Kelurahan Kampung Salo, Sabtu (14/1).

Cara Azhar itu kemudian dilaporkan tim pasangan calon wali kota Kendari, Moh Zayat – Syahriah ke Panitia Pengawas Pilwali (Panwasli), Senin (16/1).

Salah satu tim Paslon Zayat – Syahriah, La Ode Darmano yang melaporkan La Ode Azhar ke Panwaslih Kendari menyatakan, tindakan La Ode Azhar membagi-bagikan minyak goreng kepada warga Keluarahan Kampung Salo merupakan praktek money politic.

“Setelah mendapatkan adanya temuan bahwa La Ode Azhar yang tidak lain adalah salah satu tim paslon Rasak-Haris membagi-bagikan minyak kepada warga Kelurahan Kampung Salo kami langsung laporkan di Panwaslih Kota Kendari. Saat ini Kita sudah laporkan disertai dengan barang buktinya yaitu satu jergen minyak kelapa,” kata La Ode Darmono kepada jurnalis BKK, Selasa (17/1).

La Ode Darmono yang juga mantan Panwas Pilgub menilai tindakan La Ode Azhar sebagai pelanggaran undang-undang pemilu maupun Peraturan KPU (PKPU) Nomor 7 Tahun 2016.

“Kita berharap pengawas pemilu bisa segera menyikapi dan meberikan sanksi karena dalam PKPU itu disebutkan bahwa kegiatan praktik money politic berdampak pada didiskualifikasinya pasangan calon. kami punya bukti-bukti beserta saksi yang juga merupakan warga yang menerima minyak itu,” ujarnya.

Tuduhan La Ode Darmono tentu saja dibantah La Ode Azhar. Dia mengaku dalam membagi-bagikan minyak goreng tanpa mengkampanyekan paslon, dan dilakukan dengan tulus ikhlas.

“Saya juga tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Tim Paslon Derik-Syahriah yang melaporkan tindakan saya ke Panwasli. Padahal, saya lakukan itu bukan pertama kali dan tidak mengkampanyekan siapa siapa, semua murni ikhlas,” terang La Ode Azhar ditemui di ruangannya, Selasa (17/1).

Ia menjelaskan, kegiatan yang dilakukannya bisa dikategorikan politik uang, jika apa yang dilakukannya itu baru pertama kali dan ada bentuk ajakan yang diberikan kepada warga penerima bantuan untuk memilih Paslon nomor urut 1 dalam Pilwali nanti atau membagikan stiker paslon yang diselip dalam bantuan.

“Ini tidak ada yang seperti itu, saya tidak mengajak untuk memilih siapa dan saya tidak membagikan stiker. Terus apa ini salah, sementara kegiatan amal seperti ini sering saya lakukan ketika saya mendapat rejeki,” jelasnya.

Lalu, lanjut dia, ketika ada rejeki yang dibagikannya saat kedukaan, pesta, momentum hari raya seperti lebaran dan natal, kenapa hal ini tidak dilaporkan, bukankah itu bagian dari berbagi. Tim Paslon Derik-Syahriah mestinya tidak menyempitkan mana berbagai hanya karena persoalan politik.

“Tim Derik tidak usah panik dan resah dengan apa yang saya lakukan, karena saya tidak mendikte warga untuk memilih dalam momentum pilwali ini. Satu hal yang mesti diketahui, berbagi itu tanpa melihat momen karena dasarnya iklas, apalagi dunia ini hanya sementara,” tukasnya.

Politkus Golkar ini memaparkan, jika apa yang dilakukannya ini dinilai Tim Palon Derik-Syahriah bisa mempengaruhi suara basisnya di Keluarahan Kampung Salo, maka mestinya hal serupa juga dilakukan tim paslon Derik-Syahriah tanpa harus mendikte warga.

“Kalau ini dirasa berbahaya bagi mereka, kenapa tidak lakukan hal yang sama agar masyarakat bisa terbantu, bukan malah mempersoalkan saya ke Panwasli tanpa dasar yang jelas hanya karena saya berbagi,” katanya.

Dengan laporan itu, Azhar tampaknya sedikit kegerahan sehingga membangkitnya semangatnya untuk lebih memenangkan Rasak – Haris, dan sebaliknya melawan Derik – Syahriah.

“Saya itu politisi yang tidak suka dikasari, karena saya juga tidak suka mengasari orang lain. Tetapi kalau sudah begini, mau tidak mau kita harus ikut alurnya,” terang Azhar.

Ia menjelaskan, tudingan dan laporan tak berdasar yang dilakukan tim Paslon Zayat-Syahriah justru akan berimbas pada mereka, sebab bicara komunitas dan keluarga semua mendukung Derik di Pilwali.

“Ini akan berimbas, karena di keluarga saya dan di komunitas kami semua itu Derik, hanya saya yang mendukung Rasak. Tetapi, akibat dari persoalan ini mulai hari ini saya akan minta semua yang bersama saya termaksud keluarga saya untuk berhenti berbicara tentang Derik,” tukasnya.

Bukan hanya itu, lanjut politikus Golkar ini, dia juga akan mulai turun gunung untuk memenangkan Rasak-Haris di Pilwali Kendari, utamanya di daerah pemilihannya (dapil) yakni Kampung Salo, Purerano, Puncak Punggaloba dan Mangga Dua.

“Selain diempat kelurahan yang menjadi dapil saya, di Kecamatan Abeli khususnya Kelurahan Benuanirai yang menjadi basis Derik saya juga akan turun untuk mengajak semua keluarga, agar mau bersama-sama saya di Pilwali Kendari,” jelasnya.

Berdasarkan hal inilah, maka Azhar menegaskan, apa yang dilakukan Tim Paslon Derik-Syahriah merupakan tindakan politik bunuh diri. Karena, konstalasi politiknya akan berubah, dimana pertarungannya di Pilwali Kendari kali ini akan menjadi lawan Azhar juga.

“Mulai saat ini saya akan fokus untuk melawan Derik dan hari ini (red-Rabu) saya akan mengurus surat cuti saya ke KPU, sehingga bisa lebih leluasa,” pungkasnya.

Sementara itu, menyikapi atas apa yang terjadi Ketua DPD Golkar Kota Kendari, Hikman Balagi juga menuturkan, persoalan yang dilakukan kader partai Golkar, merupakan hal biasa sebab itu merupakan kebiasan dia ketika mendapat rejeki dan ini diketahui semua orang.

“Ini biasalah, lagian Azhar lakukan seperti ini karena posisi dia sebagai wakil rakyat yang tiap hari bertemu konstituennya dan ini kebiasan dia sejak dulu bahkan sebelum menjadi wakil rakyat,” tambahnya.

Terkait status Azhar, lanjut Hikman, di dalam proses kampanya Pilwali Kendari sudah tidak lagi memilki jabatan, surat cuti Azhar sebagai anggota DPRD Kota Kendari untuk ikut berkampanye sudah dicabut kembali.

Ditemui terpisah, calon Walikota Kendari, Abdul Rasak mengatakan, bantuan yang dilakukan La Ode Azhar kepada warga Kelurahan Kampung Salo itu tidak ada tendensi politik didalamnya. Apalagi, kata dia, disangkut pautkan dengan dirinya atas bantuan yang dilakukan La Ode Azhar.

“Tidak ada tendensi politik di dalamnya dan itu tidak ada hubungannya dengan Pilwali Kendari. karena bantuan yang dilakukannya itu hanya semata-mata hanya untuk membantu warga kurang mampu.

Memang dari dulu karakternya La Ode Azhar itu kalau mendapatkan rezeki selalu membagikan kepada warga Kota Kendari,” pungkasnya.  (m2/b/lex)

To Top