Kelurahan Lakologou Dihebohkan Isu Air Beracun – Berita Kota Kendari
Aktualita

Kelurahan Lakologou Dihebohkan Isu Air Beracun

BAUBAU, BKK – Warga Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau dihebohkan dengan aliran air yang menuju ke arah Kelurahan Lakologou dari arah Kelurahan Liabuku, Kecamatan Kokalukuna diisukan terdapat racun. Isu itu sendiri bermula dari adanya kubu yang bersitegang dari kedua kelurahan berbeda kecamatan itu.

Kapolres Baubau, AKBP Suryo Aji SIk ketika diwawancarai membantah adanya air mengandung racun seperti yang dihembuskan di masyarakat Kelurahan Lakologou. Hal itu kata dia dibuktikan setelah Kapolsek Bungi IPTU Najamuddin dan Kapolsek Kokalukuna IPDA Alimudin mengetes dengan cara meminumnya langsung.

“Sehat, tidak ada apa-apa,” katanya ketika ditemui di kantor Walikota Baubau, Selasa (17/1).

Namun untuk memberikan bukti lebih kepada masyarakat, Polres Baubau juga mengambil sampel dan mengundang Dinas Kesehatan Baubau untuk meneliti dan mengetes langsung kandungan air yang membuat heboh masyarakat tersebut. Untuk hasilnya Kapolres mengaku belum mendapatkan hasil tes dari Dinkes Baubau.

“Itu masyarakat yang kurang kerjaan aja, yang sengaja membuat keruh suasana. Pokoknya kurang kerjaan lah,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr Edy Natsir yang juga dikonfirmasi mengatakan tidak benar air yang diisukan itu mengandung racun. Hal itu dipastikan setelah stafnya dari bidang Kesehatan Lingkungan (Kesling) yang menangani air turun langsung menuju lokasi dan mengambil sampel.

“Kita sudah tes pakai alat yang namanya Water Test Kit. Dari hasil awal tidak ada air yang katanya mengandung bahan beracun di sana itu, aman,” paparnya.

Camat Kokalukuna, Erman ketika dihubungi membenarkan adanya isu tersebut yang sempat membuat heboh warganya. Namun masalah itu kata dia sudah diselesaikan secara musyawarah. Erman juga mengaku sudah turun langsung menenangkan masyarakat setempat. Namun ia masih enggan menjelaskan secara rinci terkait masalah itu.

“Saya belum bisa jelaskan ini pak, karena belum laporan ke pimpinan. Mohon pengertiannya pak,” kata Erman ketika dihubungi via telpon selulernya. (k2/b/lex)

To Top