Dua Tersangka PT PLM Segera Menghadap Meja Hijau #Kasus Dugaan Manipulasi Data Hasil Produksi Emas pada 2010-2011 – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Dua Tersangka PT PLM Segera Menghadap Meja Hijau #Kasus Dugaan Manipulasi Data Hasil Produksi Emas pada 2010-2011

ketgam: ilustrasi

KENDARI, BKK– Dua tersangka dugaan kasus manipulasi data hasil produksi emas 2010-2011 PT Panca Logam Makmur (PLM), yakni Rizal Fachreza dan Made Susastra, segera menghadap meja hijau.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Janes Mamangkey SH ditemui di ruangannya menjelaskan, Selasa (17/1), saat ini pihaknya tengah dalam proses perampungan berkas dua tersangak PT PLM.

“Kita sementara merampungkan berkasnya untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kendari,” terangnya.

Sejauh ini, lanjut dia, pihak Kejati telah memeriksa semua tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan dan ditahan di Rutan Kelas IIA Kendari, untuk melengkapi berkas Rizal Fachreza dan Made Susastra hingga dapat dilimpahkan.

“Semua sudah kita periksa, tinggal kita cocokkan hasilnya. Kalau sudah cukup maka kita akan segera limpahkan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, untuk tambahan tersangka baru dari  hasil semua pemeriksaan tersangka sebelumnya masih belum ada.

“Namun, potensi tersangka baru juga tidak menutup kemungkinan akan ada. Jadi kita lihat saja perkembangannya,” bebernya.

Janes juga memaprakan, sebenarnya untuk pelimpahan berkas dua tersangka PLM, sejak Oktober 2015 telah direncanakan pihak Kejati. Namun, karena saat itu kedua tersangka melakukan praperdailan atas penetapan dan penahanannya menyebabkan proses itu ikut terhenti.

“Kalau saat itu kedua tersangka ini tidak melakukan praperdailan, pasti berkasnya sudah kita limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Tapi itu tidak masalah karena semua bagian dari proses hukum,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Rizal Fachreza dan Made Susastra melakukan praperadilan terhadap pihak Kejati atas kasus yang menimpanya, namun pada proses itu ke dua tersangka PLM dinyatakan kalah, sehingga proses hukumnya tetap berlanjut.

Sementara, PT PLM diketahui telah melakukan dua pelanggaran hukum sekaligus yakni ditahun 2010-2011 PT PLM melakukan pemalsuan data hasil produksi emas sehingga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 12 miliar. Lalu, tahun 2012-2015 PT PLM tidak menyetorkan PNBP (penerimaan negara bukan pajak)yang mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp 9 miliar.(Cr5/c/iis)

To Top