Pegawai Honorer Depag Sultra Ditangkap Basah Saat Mengedar Sabu-Sabu – Berita Kota Kendari
Headline

Pegawai Honorer Depag Sultra Ditangkap Basah Saat Mengedar Sabu-Sabu

Ketgam: Kasatrenarkoba Polres Kendari AKP Jumardin (kanan) Saat memperlihatkan barang bukti dalam sebuah konferensi pers, kemarin. (Foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Tertangkap basah mengedar sabu-sabu, seorang pegawai honorer di Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama (Depag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial Ns (29) diciduk Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Kendari.

Pria yang berdomisili di Jalan Mekar Kelurahan Kadia, ditangkap polisi di Jalan Budi Utomo atau tepatnya di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) THR Kelurahan Wuawua Kecamatan Wuawua Kota Kendari, pada Sabtu (14/1) sekitar pukul 23.25 Wita.

Kepala Satresnarkoba Polres Kendari Ajun Komisari Polisi (APK) Jumardin menerangkan, penangkapan dilakukan saat tersangka sedang bertransaksi. Ia melanjutkan, tersangka telah lama diintai menyusul adanya laporan dari masyarakat.

“Jadi, saat pengedar akan melakukan transaksi, anggota kami langsung melakukan penangkapan. Di saat bersamaan, pengedar ini langsung melepaskan barang buktinya di aspal, berupa narkoba jenis sabu,” papar Jumardin, pada awak media dalam rilisnya, Senin (16/1).

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa satu paket kecil sabu-sabu yang terbungkus dengan kertas rokok, seberat 0,68 gram atau setara dengan kurang lebih Rp 900 ribu.

“Tersangka ini merupakan jaringan lokal yang sering melakukan transaksi di wilayah hukum Polres Kendari. Dalam kasus ini kita juga sudah mengantongi satu nama tempat di mana tersangka membeli barang haram itu. Inisialnya A,” ungkap Jumardin.

Usai penangkapan Ns, polisi melakukan penggeledahan di rumah tersangka yang beralamat di Jalan Mekar. Hasilnya, ditemukan barang bukti lainnya berupa bong (alat isap sabu-sabu) serta satu buah korek gas.

“Selain mengedarkan sabu-sabu, Ns juga diketahui sebagai pemakai sabu. Hal itu terbukti setelah dilakukan tes urine terhadap tersangka yang hasilnya positif. Pelaku diketahui, tersangka bekerja sebagai pegawai honorer di Kantor Depag Sultra,”  jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya 20 tahun penjara sampai penjara seumur hidup. Saat ini tersangka telah diamankan di Polres Kendari untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” tambah Jumardin.

Pamungkas, kata dia, pihaknya akan terus melakukan pendalaman untuk membongkar jaringan-jaringan peredaran narkoba di Kota Kendari. (m2/c/iis)

To Top