Nur Alam Sebut Ahok Meniru Gagasannya – Berita Kota Kendari
Headline

Nur Alam Sebut Ahok Meniru Gagasannya

Ketgam: Nur Alam

KENDARI, BKK– Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr H Nur Alam SE MSi menyatakan terus berupaya mengembangkan potensi daerah melalui gagasan Sultra Masa Depan Indonesia.
Hal itu diungkapkan Nur Alam saat kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) di Swissbell Hotel Kendari, Senin (16/01).

“Membangun sumber daya manusia (SDM) memang perlu waktu, tapi manfaatnya jauh lebih besar. Dan, itu akan berbicara harkat dan martabat daerah, bahkan berkontribusi kepada negara,” ujarnya.
Dijelaskan, gagasan Sultra Masa Depan Indonesia merupakan bukti kebangkitan masyarakat Sultra, dan gagasan tersebut bukan merupakan gagasan kosong, namun terbukti dari beberapa kegiatan yang telah dilakukan.

Masih kata dia, beberapa program yang telah dilakukan di antaranya pemberian insentif guru dan dokter. Pemberian insentif tersebut, lanjut dia, seluruhnya diberikan secara perseorangan, sehingga dapat berdampak positif bagi daerah.

Selain itu, ia menambahkan, dirinya mengubah mindset pegawai, misalnya dokter, yang mungkin selama ini memberikan pelayanan hanya karena hitungan pendapatan.

“Itu mulai diupayakan ditarik pelan-pelan. Kemudian pegawai ditingkatkan tunjangannya, dengan harapan mereka dapat bekerja profesional,” rincinya.
Nur Alam menyebut gagasan tersebut merupaka gagasan yang pertama kali lahir di Indonesia.

“Dan, itu lahir dari Gubernur Sultra. Setelah itu, gagasan ini diikuti oleh Gubernur DKI, Ahok,” sebutnya.
Nur Alam membeberkan, gagasan Sultra Masa Depan Indonesia dilakukan dengan menyentuh semua sektor, seperti pendidikan, pegawai, bahkan desa yang merupakan wewenang pemerintah kabupaten atau kota.

Menurut dia, tidak pernah terjadi dimasa yang lalu jalanan di Sultra daratan dan kepulauan bisa tertangani sekaligus dengan mulus dan luas seperti sekarang ini.

Sumber dana pembangunan jalanan tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), APBD provinsi, pinjaman, serta CSR (corporate social responsibility).

“Semua itu adalah konsolidasi yang dilakukan Gubernur Sultra di periode 2008 sampai saat ini,” Nur Alam senyum dikulum.

Pembangunan jalan ini merupakan salah satu prestasi terbaiknya, yang mana pada saat sebelum dirinya menjabat, kondisi jalan nasional maupun daerah masih 20 persen. Namun saat ini, ujar Nur Alam, kondisi jalan di Sultra sudah di atas 90 persen.

Dia mengakui, masih terdapat beberapa daerah yang kondisi jalanannya membutuhkan perawatan intensif, seperti jalan Maligano-Ronta yang merupakan jalan lintas Kabupaten Buton-Buton Utara, yang panjangnya kurang lebih 35 kilometer.

Nur Alam mengatakan, kondisi jalan Maligano-Ronta diakibatkan kondisi tanah yang masih labil, sehingga gampang rusak ketika terjadi hujan.

Untuk itu, solusi penanganan jalan tersebut untuk sementara biaya perawatannya dianggarkan setiap tahun dalam APBD Provinsi Sultra.

“Kita upayakan tahun ini kelar semua. Termasuk pembangunan masjid sudah mulai dikerjakan tahun ini,” tutupnya. (p11/c/iis)

To Top