Jaksa Tunggu Acil Kembalikan Kerugian Negara Rp 270 Juta Lagi #Dugaan Korupsi Percetakan Sawah di Muna – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jaksa Tunggu Acil Kembalikan Kerugian Negara Rp 270 Juta Lagi #Dugaan Korupsi Percetakan Sawah di Muna

KENDARI, BKK– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menunggu sisa pengembalian uang negara oleh Acil tersangka dugaan korupsi pencetakan sawah pada 2013 di Desa Nihi Kabupaten Muna.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Janes Mamangkey SH saat ditemui di ruangannya mengungkapkan, Senin (16/1), Acil salah satu tersangka mengelola anggaran sebesar Rp 300 juta.

Acil baru mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 30 juta pada Jumat (13/1) lalu.

“Namun itu belum cukup, karena kalau kita kalkulasi dari anggaran yang dipakainya masih bersisa Rp 270 juta dan itu yang kita tunggu,” terang Janes Mamangkey.

Meski berstatus tersangka, Acil tidak ditahan oleh jaksa.

Janes melanjutkan, kerugian negara yang telah kembali sejauh ini baru berkisar Rp 34.500.000 dari total keseluruhan Rp 500 juta.

Yang mana, anggota kelompok tani La Rikesi yang juga ditetapkan sebagai tersangka telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 4.500.000.

“Ada lima tersangka yang sudah kita tetapkan dari kasus ini, dua diantaranya Acil dan La Rikesi. Untuk La Rikesi, dia telah mengembalikan kerugian negera sebanyak yang digunakannya, sedangkan Acil masih bersisa,” jelasnya.

Janes memaparkan, sebelumnya pihak Kejati Sultra telah melakukan panggilan terhadap Acil dan telah diperiksa sebagai tersangka sebanyak satu kali, tetapi tidak dilakukan penahanan meski tersangka dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

“Kami sudah periksa Acil sebagai tersangka. Kemarin memang saat kami melakukan panggilan, Acil dua kali tidak hadir. Dia bilang tidak tahu kalau kami melakukan panggilan, karena surat panggilan tersebut istrinya yang terima dan tidak diberi tahu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sultra, proyek percetakan sawah di Desa Nihi, Muna pada 2013 itu mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 500 juta.

Kejati sendiri telah menetapkan lima orang tersangka, yakni Kepala Desa (Kades) Nihi La Ode Sastrawan ST, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) La Ode Hapuna dan La Fedumu, kontraktor Acil, dan anggota kelompok tani, La Rikesi.

Namun dari kelima tersangka itu, jaksa baru menahan tiga orang di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Kendari, yakni, La Ode Sastrawan ST, La Fedumu, dan La Ode Hapuna. Sedangkan La Rikesi dan Acil tidak ditahan. (Cr5/c/iis)

To Top