Jaksa Kembalikan ke Polda Berkas Kasus Dugaan Pengadaan Bibit Fiktif di Konut – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jaksa Kembalikan ke Polda Berkas Kasus Dugaan Pengadaan Bibit Fiktif di Konut

ilustrasi

KENDARI, BKK– Berkas kasus dugaan korupsi pengadaan bibit fiktif di Konawe Utara (Konut) pada 2015 yang melibatkan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Konut Amiruddin Supu, kini dikembalikan (P19) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra ke Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Janes Mamangkey SH ditemui di ruangannya menjelaskan, Senin (16/1), pengembalian berkas dilakukan karena masih ada beberapa yang kurang meliputi sarat materil dan formal.

“Jumat (13/1) lalu kita P19 berkasnya ke penyidik Polda Sultra sesuai dengan petunjuk jaksa,”terangnya.

Sejauh ini, lanjut dia, kasus masuk pemeriksaan tahap I yang  tersangkanya terdiri dari dua orang yakni Kadishut Kabupaten Konut Amiruddin Supu selaku kuasa pengguna anggara (KPA) dan pejabat pembuat komitmen (PPK), Muhammaduh.

“Kedua tersangka ini kita sudah periksa berkasnya. Untuk Muhammaduh selaku PPK dalam proyek pengadaan bibit jati, eboni, dan bayam yang semuanya fiktif pada 2015 terindikasi merugikan negara sebesar Rp 700 juta dari total anggaran  Rp 1,1 miliar,” jelasnya.

Janes juga membeberkan, kasus ditengarai telah memenuhi unsur melawan hukum. Alasannya, pengadaan bibit dan penanaman jati terjadi perbedaan besaran anggaran dalam kontrak dan daftar pagu anggaran (DPA).

“Dalam kontrak tertera anggaran sebesar Rp 879 juta, tetapi di DPA berjumlah Rp 1,176 miliar. Ini jelas menunjukan perbedaan,” bebernya.

Umtuk pengadaan eboni dan bayam, lanjut dia, harusnya yang diadakan masing-masing sebanyak 2.750 bibit. Kenyataannya, ungkap dia, hanya diadakan bibit eboni sebanyak 2.750, sementara bibit bayam tidak lagi diadakan.

“Sehingga, pekerjaannya diduga fiktif. Yang lebih parahnya lagi, pencairan dana 100 persen, kedua kegiatan tersebut tidak berdasarkan fisik pekerjaan 100 persen. Sehingga di dalamnya terjadi konspirasi,” pungkasnya. (Cr5/c/iis)

To Top