Dipecat Sebagai Ketua RT, Nurjannah Yakin karena Politik – Berita Kota Kendari
Beranda

Dipecat Sebagai Ketua RT, Nurjannah Yakin karena Politik

KENDARI, BKK– Ketua RT 03 RW 05 Kelurahan Kadia Kecamatan Kadia Kota Kendari, Nurjannah membantah pemberhentiannya sebagai ketua RT dikarenakan permintaan warga.

Menurutnya, dalam surat permintaan warga yang dilampirkan pada SK pemberhentiannya terdapat beberapa tanda tangan palsu warga yang itu disetujui lurah dan camat setempat.

“Saya bukannya tidak terima jika diberhentikan dari jabatan saya sebagai ketua RT, tetapi mestinya hal itu sesuai prosedur. Bukan diatur dengan membuat tanda tangan palsu,” terang Nurjannah saat ditemui di kediamannya, Senin (16/1).

Ia menjelaskan, jika tidak berhubungan dengan persoalan politik seperti yang dikatakan Lurah Kadia Muhamad Herman, maka mestinya pemberhentiannya memiliki alasan jelas di luar setingan pembuatan tanda tangan palsu warga.

“Kalau memang ini murni karena kesalahan saya, mestinya Lurah Kadia memanggil saya dan membicarakan seperti apa itu, jangan sampai itu tidak benar. Bukan langsung main ganti-ganti saja,” jelasnya.

Terkait alasan lain pemecatannya karena masalah penyalagunaan bantuan rumah kumuh dari Dinas Sosial Kota Kendari seperti yang ditudingkan Ketua Tim Pemenagan ADP-Sul sekaligus Ketua DPRD Kota Kendari, menurutnya, sama sekali tidak ada sangkutpautnya dengan jabatannya sebagai Ketua RT.

“Masalah yang ditudingkan Samsuddin Rahim tidaklah benar dan tidak ada hubungannya dengan jabatan saya sebagai Ketua RT. Argumen dia, justru memperkuat dugaan saya dilakukannya pemecatan karena perbedaan pilihan di Pilwali Kendari,” tukasnya.

Nurjannah sendiri berharap, persoalan ini mesti segera diklarifikasi kembali oleh Lurah Kadia, sebab jika berlanjut hal ini menjadi contoh buruk bagi pemerintahan yang terkesan memanfaatkan jabatan untuk bertindak sesuka hati.

“Saya berharap ini segera diklarifikasi dan jika Lurah Kadia tetap ingin mengganti saya, maka mesti fokus pada persoalan, tidak melebar kemana-mana,” pungkasnya.

Sebelumnya Lurah Kadia, Muhamad Herman menegaskan, pemberhentian Nurjannah sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan pilihan politik di Pilwali Kendari sebagaimana yang diungkapkan Nurjannah sebelumnya.

“Pemberhentian dia bukan karena keinginan saya, tetapi keinginan warga yang melalui RW 05 menyurat ke saya untuk menindaklanjutinya. Berdasarkan hal itu, kita amini permintaan warga dan kita ganti,” terangnya.

Terkait persoalan adanya dugaan tanda tangan palsu dalam surat permintaan pergantian yang diberikan ketua RW, menurut Herman, hal itu di luar pengetahuannya. Namun, selain permintaan warga, ada dasar lain juga yang menjadi faktor pendukung diterbitkannya surat pergantian Nurjannah.

“Kita ganti dia bukan karena persoalan permintaan warga, tetapi karena ada beberapa hal melanggar aturan yang dilakukan.  Kita sudah kuat dengan berdasar pada permintaan warga untuk melakukan pergantian tetapi kita tidak bisa juga seperti itu, hanya saja kesalahan dia terlalu banyak, sehingga mau tidak mau harus kita ganti,” jelasnya.

Herman memaparkan, beberapa kesalahan fatal yang dilakukan Nurjannah, diantaranya memalsukan berkas, kemudian laporan pertanggungjawaban kegiatan yang hingga saat ini belum disetorkan dan masih banyak lagi. (Cr5/b/nur)

To Top