Proyek Bendungan Bobolio Ancam Kebun Warga – Berita Kota Kendari
Beranda

Proyek Bendungan Bobolio Ancam Kebun Warga

HUSAIN/BERITA KOTA KENDARI
PROYEK DISOROT. Kondisi proyek pembangunan bendungan dan irigasi persawahan di Desa Bobolio Kecamatan Wawonii Selatan, Minggu, (15/1).

LANGARA, BKK – Dikerjakan selama kurang lebih lima bulan yakni sejak tanggal 21 Juli hingga 17 Desember tahun 2016, proyek pembangunan bendungan dan irigasi persawahan di Desa Bobolio Kecamatan Wawonii Selatan sampai saat ini belum juga terselesaikan.

Proyek irigasi persawahan yang seharusnya dibangun demi meningkatkan ekonomi masyarakat, justru kini dianggap sebagai ancaman bagi warga setempat. Betapa tidak, dengan adanya galian irigasi yang tak kunjung kelar tersebut, mengakibatkan kebun bebarapa warga terendam air.

Salah seorang warga, Sutarman (39) mengungkapkan bahwa dampak dengan tidak terselesaikannya irigasi persawahan tersebut mengakibatkan puluhan pohon kelapa dan tanaman lainnya seperti cengkeh miliknya terancam mati karena tergenang air akibat talang irigasi belum dikerjakan.

“Informasi sebelumnya kan katanya ada talang supaya air dari sebelah supaya tidak tergenang, tapi sampai sekarang tidak ada. Padahal saya punya pohon kelapa sudah tergenang air. Baru itu pohon kelapa tidak bisa digenangi air begitu,” katanya.

Masih di tempat yang sama, salah seorang warga lainnya, Dedi Arman (28) juga mengungkapkan bahwa sebelumnya, masyarakat Bobolio sangat mendukung adanya proyek bendungan irigasi persawahan tersebut.Namun kenyataannya, proyek itu tidak kelar dan malah menyisakan masalah.

“Dari awal sebenarnya kegiatan ini sangat kami respons, karena manfaatnya cukup besar untuk masyarakat. Tapi dengan kegiatan yang dikerjakan setengah-setengah seperti ini, justru menjadi masalah,” katanya.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan, selain genangan air yang mengancam kebun warga, juga galian jaringan irigasi yang belum ditanggul saat ini mulai longsor dan dikhawatirkan akan mengikis tanah yang ditempati kebun warga di pinggir galian.

“Ini tanaman-tanaman di sekitar galian sudah terancam longsor, kalau tidak secepatnya ditanggul, pasti tanaman yang ada dipinggir galian akan tumbang,” jelas Dedi sambil menunjuk galian jaringan irigasi yang tidak ditanggul.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Konkep, Israwan Sulpa ST Dipl WRD membantah jika pembangunan bendungan irigasi persawahan tersebut belum selesai. Menurutnya, bangunan ini tinggal dipasangkan pintu saluran irigasi yang menurutnya akan dipasang paling lambat pekan depan.

“Sudah hampir selesai sebenarnya, tinggal pasang pintu penutup saluran, setelah itu akan dibuka pembatas air dari sungai ke bendungan. Kalau masalah longsor, saya kurang yakin itu. Karena kira-kira dari mana asalnya air sementara bendungan saja belum terisi,” jelasnya.

Ditanya terkait keterlambatan kerja pembangunan proyek tersebut, diakui oleh Israwan karena terkendala dengan pembebasan lahan sejak Juli hingga Oktober tahun 2016. Saat itu banyak masyarakat yang tidak mengizinkan terutama pembangunan jaringan irigasi persawahan sepanjang 1,9 Km.

“Jadi mulai action itu Oktober-November, karena masih terkendala dengan masalah pembebasan lahan, tapi saya kira sudah tidak ada masalah. Meskipun sudah di-PHO, tetapi ada jaminan-jaminan yang disiapkan,” katanya.

Untuk diketahui, pembangunan bendungan dan jaringan irigasi persawahan tersebut dianggarkan di APBD Konkep tahun 2016 sebesar Rp 2.970.500.000. Proyek ini dikerjakan oleh PT Berkah Sultra Abadi. (k4/b/aha)

To Top