Pendaftaran SNMPTN 2017 Mulai 21 Februari – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Pendaftaran SNMPTN 2017 Mulai 21 Februari

KOLAKA,BKK– Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dilaksanakan lebih awal dibanding tahun sebelumnya. Sesuai jadwal,rencananya akan dimulai 21 Februari hingga 6 Maret 2017.

“Pada acara Focus Grup Discussion (FGD) pembahasan kebijakan dan sosialisasi serta promosi SNMPTN-SBMPTN 2017, di Century Park Hotel Senayan Jakarta, ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017 Prof Dr Ravik Karsidi mengungkapkan bahwa pendaftaran SNMPTN dimulai tanggal 21 Februari hingga 6 maret 2017,” kata Kasubag Kerjasama dan Humas Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Takwa, minggu (15/1).

Menurut Takwa, dalam acara itu disampaikan bahwa dalam SNMPTN untuk pengisian Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) mulai 14 Januari hingga 10 Februari 2017. Selanjutnya verifikasi PDSS 15 Januari hingga 12 Februari. Sementara proses seleksi dimulai 26 Maret hingga 25 April 2017.

“Untuk pengumuman kelulusan SNMPTN dilaksanakan 26 April 2017,” ungkapnya.
Adapun jadwal SBMPTN 2017 dimulai pendaftaran tanggal 11 April hingga15 Mei, ujian tertulis 15 Mei, ujian keterampilan 17 dan 18 Mei, dan pengumuman kelulusan  13 Juni 2017.

Takwa mengungkap, secara khusus untuk kuota atau daya tampung SNMPTN-SBMPTN tahun ini, ditetapkan melalui Permenristekdikti No.126/2016 yang bisa diakses siapa pun, dimana strukturnya ada perubahan. Untuk SNMPTN minimum 30 persen, SBMPTN minimum 30 persen, dan seleksi Mandiri maksimal 30 persen dan maksimum 10 persen.

Berdasarkan keterangan Prof Ravik yang juga Rektor Universitas Negeri Malang, lanjut Takwa, saat ini berdasarkan riset dan pemetaan, setidaknya ada 15.000 sekolah-sekolah di seluruh Indonesia  yang sudah siap menyelenggarakan ujian nasional  berbasis online.

Selain itu, terjadi proses perubahan seleksi SNMPTN dari sisi persyaratan atau kualitas akreditasi sekolah. Sekolah akreditasi A mendapat jatah 50 persen, akreditasi B 30 persen, akreditasi C 10 persen dan sekolah yang belum terakreditasi mendapat 5 persen.

“Mandiri tidak boleh lebih dari satu kali dan tidak ada lagi mandiri satu atau dua. Demikian pula dengan penjadwalan jalur mandiri yang terlalu dekat, sehingga menimbulkan kesana pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) soal proporsi penerimaan mahasiswa baru.

Selain itu, mitra bank juga bertambah satu lagi, yakni Bank Tabungan Negara (BTN), selain BNI dan bank Mandiri. Sedangkan fasilitas jaringan akan disuport PT Telkom, “ pungkasnya.(cr3/b/nur)

To Top