Pendidikan

Stikes MW Perketat Penjaringan Mahasiswa Baru

Keterangan Gambar : M Idrus
(Faisal/BKK)

KENDARI, BKK– Menjelang penerimaan mahasiswa baru, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya (Stikes MW), Kendari,  perketat penjaringan calon mahasiswa baru. Hal itu dilakukan dengan menaikkan nilai standar kelulusan dalam ujian masuk Stikes MW.

Ketua Stikes MW, M Idrus mengatakan, pihaknya akan lebih mengutamakan kualitas dalam penjaringan mahasiswa baru. Sebab, Stikes MW saat ini sudah menyandang akreditasi B.

“Status kita sudah meningkat, jadi kita juga harus mengutamakan kualitas,” ujar Idrus saat ditemui di ruang kerjanya di Stikes MW, Sabtu, (7/01).

Idrus menjelaskan, Stikes MW akan melakukan sosialisasi ke seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat untuk memperkenalkan Stikes MW. Hal ini dilakukan agar kampus ini bisa menyentuh seluruh sekolah-sekolah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terutama yang berada di daerah-daerah.

Selain itu, Sikes MW juga akan menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi, tetapi memiliki kecerdasan yang mampu bersaing. Sehingga, walaupun swasta, Stikes MW tetap bisa dijangkau orang-orang yang ekonominya lemah.

“Stikes MW sudah menjadi salah satu kampus favorit di Sultra, kami upayakan supaya orang yang memiliki kualitas bisa masuk Stikes MW. Bagi yang tidak mampu, kita sediakan beasiswa, bahkan hingga S3,” ungkap Idrus.

Sementara itu, Ketua Bidang Akademik Stikes MW, Trisman menjelaskan, pada tahun ajaran baru, Stikes MW akan menerima mahasiswa baru sebanyak 600 lebih untuk pendidikan S1, Sedangkan S2 sebanyak 80 orang.

“Jumlah ini mengalami pengurangan dari tahun sebelumnya, sebab penerimaan nanti akan lebih diperketat penyeleksiannya, sehingga jumlah yang masuk sesuai dengan angka rasio jumlah dosen,” terang Trisman.

Dikatakannya, di Stikes MW ada penambahan jumlah kelas sebanyak lima kelas untuk ruang belajar. Selain itu, lanjutnya, Stikes juga membuka jurusan baru, yaitu jurusan Elektromedis.

“Jadi, jumlah mahasiswa yang belajar dalam satu kelas itu tidak terlalu banyak, sehingga proses belajar mengajar bisa lebih fokus,” ujar pensiunan dinas kesehatan ini.

Ia menambahkan, saat ini Stikes MW telah menyekolahkan delapan dosennya di program doktor yang tersebar di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya Universitas Indonesia (UI).

Selain itu, beberapa dosen juga menempuh pendidikan doktoral di luar negeri, ada yang di Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia.

“Segala upaya kita laukan untuk meningkatkan kualitas Stikes MW, sehingga kita juga bisa bersaing dengan perguruan tunggi negeri maupun swasta yang ada di Indonesia,” tandasnya.(p11/b/nur)