Beranda

Ketua DPRD Sultra Main Film Molulo

Keterangan Gamabr : Abdul Rahman Saleh (ARS), Ketua DPRD Sultra
(Faisal/BKK)

KENDARI, BKK– Film layar lebar yang bercerita tentang tarian khas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai memasuki masa casting. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Rahman Saleh (ARS) menjadi salah satu aktor dalam film yang berjudul “Molulo : Jodoh Tak Bisa Dipaksa”.

Sutradara film Molulo, Irham Acho Bahtir menjelaskan, film yang bergendre romantic comedy itu mengisahakan tentang seorang pemuda asal Kota Makassar yang menolak dinodohkan oleh orang tuanya, sehingga pria tersebut melarikan diri ke Kendari.

Irham mengungkapkan, film tersebut akan mengikutsertakan salah satu tokoh politik Sultra, ARS. Dalam film Molulo, ARS akan berperan sebagai orang tua yang memahami adat Molulo.

“Peran Ketua DPRD Sultra dalam film Molulo tidak begitu saja ada dalam naskah, melainkan sudah disesuaikan dengam karakter beliau,” ungkap Irham.

Ia menyebutkan, syuting film Molulo akan mengambil latar beberapa daerah di Sulawesi, seperti Makassar, Palu, Kendari, Konawe, serta Konawe Utara, tepatnya di Labengki.

Sementara itu, Ketua DPRD Sultra, ARS mengatakan, film Molulo merupakan wadah promosi bagi destinasi wisata Sultra. Selain itu, dalam film ini juga akan mempromosikan makanan serta beberapa budaya khas Sultra.

“Potensi kreatifitas yang dimiliki anak Sultra tidak kala dengan penggiat enteint di daerah lain,” ungkap ARS.

Selain itu, lanjutnya, film Molulo juga merupakan wadah penting untuk memperkenalkan tarian Molulo di Indonesia, serta ajang unjuk bakat bagi orang Sultra dalam dunia enterteint di Indonesia.

“Kita bisa mengekspos sumber daya manusia (SDM) kita, sehingga masyarakat Indonesia tau bahwa masyarakat Sultra juga memiliki bakat yang hebat-hebat.

ARS menilai, budaya Molulo saat ini sudah sangat kurang dimaknai oleh pemuda di Sultra. Menurutnya, saat ini Molulo kebanyakan hanya dimaknai sebagai hiburan tanpa memaknai nilai-nilai historis dan budanya.

“Kita harapkan melalui film Molulo ini bisa mengedukasi masyarakat,” harapnya.(p11/c/nur)