Antisipasi Pemberitaan Hoaks Mengenai Pilkada – Berita Kota Kendari
Beranda

Antisipasi Pemberitaan Hoaks Mengenai Pilkada

Ketgam: Anggota Dewan Pers Saat Memberikan Materi Mengenai Media Sehat Untuk Pilkada. (foto: Rudy/BKK)

#Hidayatullah: Media Harus Bisa Menyajikan Berita Yang Faktual, Benar Dan Akurat.

KENDARI, BKK – Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin banyak pemberitaan yang disebarluaskan menjadi sajian publik melalui media sosial (Medsos), tanpa diketahui apakah pemberitaan tersebut merupakan berita bohong (Hoaks). Terutama pemberitaan mengenai pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Pemberitaan yang disajikan dan disebarluaskan melalui medsos, sangat bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat bahkan bisa saja memicu konflik antara etnis dan kelompok-kelompok di masyarakat. Terlebih, dalam pemberitaan yang disajikan tersebut menyinggung salah satu calon kepala daerah di pilkada.

Mengantisipasi hal tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra, Hidayatullah menegaskan, setiap media baik cetak, elektronik maupun online harus bisa meberikan informasi kepada masyarakat dengan menyajikan pemberitaan yang faktual, benar dan akurat. Hal itu, sambungnya, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan menjelang pilkada serentak 15 Februari 2017 mendatang.

“Masyarakat sekarang itu lebih banyak mendapatkan informasi dari berita yang ada di medsos. Oleh karena itu, ini merupakan suatu tantangan bagi KPU maupun media cetak, elektronik dan online untuk menyajikan informasi-informasi yang baik dan benar sesuai dengan kode etik penyiaran. Makannya KPU sendiri telah membuat suatu pengelolaan informasi agar betul-betul lebih akurat dan KPU selalu melayani dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” jelasnya saat ditemui disalah satu hotel di Kota Kendari, Minggu (8/1).

Ia menambahkan, saat ini, KPU telah mempunyai program dalam mengahadapi pilkada, sampai pemungutan dan perhitungan suara ke depannya. Hal itu dilakukan, kata dia, untuk mengantisipasi adanya pemberitaan yang disajikan merupakan berita hoaks. Sehingga, dirinya telah menyampaikan kepada seluruh KPU kabupaten/kota untuk bertemu dengan seluruh media baik cetak, online maupun elektronik agar selalu menyampaikan berita faktual, benar dan akurat.

“Itu yang kita harapkan karena dengan perkembangan teknologi saat ini, terlalu banyaknya berita-berita yang beredar namun pemberitaan tersebut merupakan berita hoaks terutama dalam pemberitaan mengenai saling menyerang antara paslon yang satu dengan paslon lainnya. Karena itu sangat membahayakan kestabilan. Termasuk berita-berita yang mengangkat popularitas calon yang satu dengan calon yang lainnya,” katanya.

Dikatakannya, KPU di masing-masing kabupaten/kota akan selalu berkoordinasi dengan para jurnalis untuk mengantisipasi hal-hal tersebut dan bisa menyusun satu komunitas dalam satu wadah “Jurnalis Pemilu”. Dengan begitu. pemahaman para jurnalis dan penyelenggara pemilu bisa saling mengetahui secara teknis baik kinerja sistem pemilu maupun sistem administrasi.

Sementara itu, anggota dewan pers, Imam Wahyudi mengungkapkan, peran media sangat penting terutama dalam menyajikan pemberitaan-pemberitaan mengenai pilkada. Sehingga ia mengenaskan, kepada seluruh jurnalis untuk bisa membedakan mana berita yang akan disajikan itu merupakan berita pernyataan dan mana berita verifikasi.

“Seorang jurnalis itu harus bisa membedakan, mana pernyataan,verifikasi, pengukuhan dan kepentingan. Jangan langsung asal ditulis karena jangan sampai bisa menimbulkan konflik terutrama dalam pemberitaan mengenai pilkada ini,” pungkasnya. (m2/b/nur)

To Top