Pakan Lopster Pertama di Dunia Buah Tangan Dosen Perikanan UHO – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Pakan Lopster Pertama di Dunia Buah Tangan Dosen Perikanan UHO

Ketgar: Photo Agus Kurnia SPi MSi PhD

KENDARI, BKK –   Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menunjukkan kebolehannya.  Salah satu dosen di fakultas tersebut yakni Agus Kurnia Spi Msi PhD berhasil memciptakan pakan lopster pertama di dunia yang ekonomis  dan ramah lingkungan .

Pakan lopster tersebut ia ciptakan, melalui  program masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia.

Ada pun judul judul penelitiannya, yakni Peningkatan Produksi Lobster Laut Melalui Pemberian Pakan “sehat” dalam Mendukung Pengembangan Budidaya Laut Berkelanjutan di Koridor Ekonomi Sulawesi.

Kegiatan ini dibiayai oleh kemenristekdikti  selama tiga tahun  yang dimulai 2014, dengan tujuan percepatan pembangunan ekonomi di Indonesia.

“Tahun pertama kami menemukan sember-sumber protein alternatif pengganti tepung ikan, kriteria sehat secara ekologi tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, sehat secara nutrisi dan sehat secara ekonomi.

Ada tiga sumber protein yang dipakai dalam pembuatan pakan lopster  yaitu keong bakau, tepung ikan cakalang dan tepung kepala udang yang kurang termanfaatkan.

Kemudian tahun kedua menggunakan sumber lemak alternatif pengganti lemak ikan yang relatif mahal, seperti penggunaan lemak jagung, minyak kelapa sawit dan minyak kelapa tradisional,” ujar  Agus Kurnia saat ditemui di kantornya, Kamis (5/1).

Ia membeberkan,  untuk tahun ketiga ia menggabungkan perlakuan pakan yang terbaik di tahun pertama. Tahun kedua kemudian diatur komposisinya  sehingga menciptakan kualitas pakan lopster yang sehat.

Ditambahkannya, motivasi dirinya menciptakan pakan lopster tersebut karena melihat sumber daya lopster yang semakin berkurang. Ia berharap, dengan adanya pakan lopster itu nilai ekspor semakin tinggi, sehingga menghidupkan ekonomi masyarakat dengan melakukan budidaya lopster yang nilai ekonomisnya tinggi.

“Ke depannya, kita akan melakukan pengabdian untuk melatih masyarakat dalam pembuatan pakan lopster secara mandiri, dengan bahan-bahan baku yang tersedia di sekitar para nelayan yang lebih ekonomis,” tutupnya (p12/c/nur)

To Top