DPM FISIP UHO Laporkan Dugaan Korupsi di RS Kendari – Berita Kota Kendari
Kasuistika

DPM FISIP UHO Laporkan Dugaan Korupsi di RS Kendari

Faisal/BKK
Ketua DPM Fisip UHO saat melakukan aksi di depan Mapolda Sultra.

KENDARI, BKK – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pilitik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) melaporkan Kepala Rumah Sakit (RS) Kota Kendari di Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) atas dugaan korupsi.

Ketua DPM FISIP UHO, Hasan menjelaskan, berdasarkan audut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sultra, sesuai dengan buku kontrol persediaan barang dan berita acara, nilai persediaan obat-obatan di Neraca per 31 Desember 2015 sebesar Rp 3.090.268.629.

Dari pemeriksaan fisik di gudang obat pada 18 April lalu, pihaknya menemukan bahwa di gudang obat, saldo fisik di kartu obat lebih besar dari saldo fisiknya. Kemudian, selisihnya diduga merupakan pengeluaran yang belum dibukukan.

“Pengeluaran yang belum sempat dibukukan di catat di kertas oleh petugas gudang tanpa didukung bukti permintaan obat dari opotek maupun dokter petugas medis lainnya. Hal ini menunjukkan Sistem Pengendalian Internal (SPI) masih lemah dan rawan disalahgunakan,” terang Hasan saat ditemui usai melaporkan Kepala RS Kendari di Polda Sultra beberapa waktu lalu.

Hasan mengatakan, kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Mentri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 17 tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah.

Ia menjelaskan, standar operating procedure (SOP) yang baik, setiap pengeluaran obat di gudang berdasarkan bukti permintaan obat tertulis dan disahkan petugas apotek sesuai dengan kebutuhan.

Petugas medis tidak diperkenankan meminta langsung obat di gudang tanpa rekomendasi dari apotek.
Hasan menilai, pengeluaran obat dari gudang tidak dapat dipertanggung jawabkan karena tidam didukung bukti pengeluaran obat yang diketahui oleh apotek.

Permasalahan tersebut diakibatkan SOP yang dibuat belum temasuk prosedur pengeluaran obat di gudang.

“Hai ini juga disebabkan kurangnya pengawasan dari pejabat yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan obat,” tuturnya.

Berdasarkan permasalahan tersebut, DPM FISIP UHO melaporkan Kepala RS Kendari ke Polda Sultra.
Sementara itu, Staf Sekretaris Umum Polda Sultra, Alfian M mengatakan, Laporan ketua DPM FISIP UHO yang disertai bukti-bukti hasil audit BPK Sultra dan bukti temuan dilapangan sudah diterima pihak polda Sultra.

“Laporan sudah kami terima, dan akan kami proses lebih lanjut,” pungkasnya.(p11/c/lex)

To Top