Kasuistika

Disperindagkop Sita Miras Destar Karaoke

KENDARI, BKK– Dalam agenda inspeksi dadakan (sidak) yang dilakukan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Kendari, jelang tahun baru yakni Jumat 30 Desember 2016, Destar Karaoke harus merelakan minuman kerasnya (miras) untuk disita.

Pasalnya, dalam agenda tersebut Diseprindagkop bersama Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menemukan pelanggaran Destar Karaoke, yakni melakukan penjualan miras tanpa izin.

Kepala Bidang (kabid) Perdagangan Disperindagkop Kota Kendari, Ida Rianti ditemui usai sidak, Jumat (30/12) malam menuturkan, penyitaan miras yang dilakukan merupakan bentuk sanksi atas ketidak patuhan pemilik usaha karaoke dalam menjalankan usahanya.

“Ini merukan sanksi yang kita berikan kepada pelaku usaha yang tidak patuh terhadap aturan, dimana Destar Karaoke tidak mengantongi izin penjulan miras tetapi dalam menjalankan usahanya menyiapkan miras untuk diperjual belikan,” terangnya.

Miras yang disita tersebut, lanjut Ida, dapat kembali diambil pemilik usaha Destar Karaoke jika telah melengkapi semua persayaratan yang diwajibkan yakni pengurusan izin penjualan miras, jika tidak maka miras tersebut tidak dapat diambil.

“Sanksi yang kita berikan masih ada toleransinya, namun apa yang dilakukan pelaku usaha tersebut akan menjadi catatan kami, dimana jika masih melanggar dikemudian hari sanksi tegas akan kita berikan,” tukasnya.

Kepala Bagian Hukum Pemkot, Abdul Mustand Pasaeno SH MH juga menambahkan, dari empat titik yang menjadi agenda sidak yakni Destar Karaoke, Same Hotel, Swis Bel Hotel dan Karaoke Coyotes, hanya Destar Karaoke saja yang didapati melanggar.

“Dari empat titik sidak kita, tiga diantaranya memiliki izin lengkap. Hanya Destar saja yang izin penjualan mirasnya tidak ada,” jelasnya.

Sidak ini, lanjut Mustand, merupakan tindak lanjut dari sidak sebelumnya yang dilakukan, dimana pada sidak sebelumnya ditemukan satu THM (Master Pice) melanggar yakni izin penjualan mirasnya telah mati dan belum diperpanjang.

“Pada sidak sebelumnya, dari empat titik yang menjadi sasaran kita menemukan satu THM yang izin penjualan mirasnya mati dan belum diperpanjang, sementara berdasarkan aturannya mestinya setiap izin sudah diperpanjang sebelum satu bulan izin itu mati,” pungkasnya.(cr5/c/lex)

To Top