Warga Trans Padalere Bebas dari Isolasi – Berita Kota Kendari
Beranda

Warga Trans Padalere Bebas dari Isolasi

Ketgam: Wakil Bupati Konut, Raup SAg lakukan pemotongan Pita pertanda peresmian jembatan gantung Padalala di Kecamatan Wiwirano, Rabu (28/12). Foto: VELY BKK

WANGGUDU, BKK- Warga transmigrasi, di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Padalere Kecamatan Wiwirano kabupaten Konawe Utara (Konut) akhirnya bebas dari status terisolir. Pemerintah setempat tahun ini berhasil membangun jembatan penyeberangan bagi warga di daerah tersebut.

Sebelumnya, warga transmigrasi di pemukiman kerap kesulitan ketika
hendak keluar dari pemukimannya menuju desa lain. Akibat lokasi
pemukiman yang diisolir oleh sungai Lalindu dengan arus derasnya. Untuk menyeberanginya, warga harus bersabar menunggu sebuah rakit yang disiapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat.

Namun, meski merupakan fasilitas yang disediakan pemerintah, tidak gratis bagi warga untuk menumpang. Uang sewa harus dipungut oleh operator rakit yang berasal dari dalam pemukiman sebagai imbalan jasa penyeberangan.

Tak jarang, ketika operator tidak berada ditempat, warga terpaksa berenang demi mencapai seberang sungai yang merupakan wilayah desa Lamparinga. Hal itu tentu tanpa resiko, mengingat arus sungai yang tergolong deras dan santer dengan banyak dihuni dokter gigi alias buaya.

Bersyukur, situasi sulit ini akhirnya tidak perlu lagi dialami warga. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten melalui Disnakertrans berhasil menyelesaikan sebuah jembatan gantung. Jembatan khusus pejalan kaki
yang menghubungkan UPT Padalere dan desa Lamparinga ini bisa digunakan warga dengan gratis.

Jembatan yang memiliki panjang 80 meter dan lebar 1,5 meter terbentang diatas sungai Lalindu. Meski sudah beberapa bulan digunakan, jembatan ini baru diresmikan oleh Bupati setempat, Ruksamin dan Wakilnya,Raup, Rabu (28/12) sore. Peresmiannya disaksikan turut disaksikan Ketua DPRD, Jefri Prananda bersama wakilnya, I Made Tarubuana dan Sekda Konut, dr Marthaya.

Sebelum meresmikan, Bupati, Ruksamin sempat menceritakan kisah perjuangannya pada saat sosialisasi Pilkada di UPT Padalere. Dahulu, akses menuju daerah ini dalam ceritanya hanya bisa ditempuh dengan
menyusuri sungai Lalindu menggunakan mesin katinting.

“Dulu saat saya bersama dengan pa Aswad sosialisasi kita menggunakan katingting. Saat bersama Raup kita sudah menggunakan rakit. Kemarin saat acara saya sudah menggunakan jembatan ini. Ini luar biasa,” kata Ruksamin.

Ketua DPW PBB Sultra ini memberikan apresiasi atas kinerja kepala Disnakertrans, Iswahyudin. Menurutnya, pembengunan jembatan gantung ini merupakan prestasi tersendiri. Karena aset daerah ini merupakan pertama dan satu-satunya di Konut.

“Kita harus bersyukur. Meskipun hanya jembatan gantung untuk pejalan kaki. Tapi warga tidak perlu lagi membayar untuk menyeberangi sungai. Saya salut kepada kepala Disnaker karena telah gigih dalam membangun fasilitas umum ini,” lanjut Ruksamin.

Pada kesempatan itu juga, bupati dan wakil sepakat untuk memberikan nama jembatan penyeberangan itu. Mereka sepakat jembatan itu diberikan nama jembatan Padalala. Perpaduan nama Padalere – Lamparinga – Sungai Lalindu.

“Tolong warga jaga jembatan ini. Kalau ini terputus, butuh waktu bertahun-tahun lagi untuk menganggarkannya. Pusat pasti bertanya kenapa lagi dianggarkan sedang sudah dibangun,” himbaunya.

Kepala Disnakertrans, Iswahyudin dalam laporannya mengatakan jembatan ini dibangun menggunakan dana APBD Konut Tahun 2016. Jembatan bisa juga dilewati oleh kendaraan roda dua.

Menurutnya, jembatan gantung ini merupakan fasilitas umum yang pertama terbangun di Sulawesi Tenggara (Sultra). Untuk pemeliharaan, kedepan Disnakertrans akan membangun beronjong di sekitar jembatan untuk penahan abrasi .

“Sebagai penghubung dan solusi untuk memberikan keamanan bagi warga trans dan komponen masyarakat sekitar. Untuk memudahkan kegiatan mereka tiap harinya. Ada sekitar 239 Kepala keluarga yang melewatinya,” katanya.

Pembangunan jembatan itu disambut baik oleh warga. Kepala UPT Padalere, Asri mengaku sangat bersyukur dengan terbangunnya jembatan itu. Warganya tidak perlu lagi bersusah payah untuk menyeberang menuju ibukota atau daerah lain.

“Ini kita akan jaga. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah. Kita sudah banyak terbantu dengan adanya jembatan ini,” ucap Asri.

Peresmian jembatan Padalala yang berada di salah satu ujung kabupaten Konut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati, Ruksamin dan pengguntingan pita oleh wakil bupati, Raup. (k7/b/lex)

To Top