Headline

Semua Paslon Berkomitmen Berantas Pungli

Ketgam: Tiga Paslon Walikota dan Wakil Walikota Kendari saat melakukan debat publik (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Debat Publik putaran pertama pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Kendari yang diselenggarakan Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota Kendari di Grand Clarion hotel Kendari, Rabu (28/12) malam. Dalam debat tersebut dipimpin moderator Zainal Arifin Mochtar yang juga pernah menjadi sebagai moderator debat pada Pemilihan Presiden 2014 lalu.

Masing-masing tim pendukung juga turut hadir dalam kegiatan debat tersebut. Sebelum dimulainya debat, moderator memberikan kesempatan kepada ketiga tim pendukung untuk melakukan yel-yel atau lagu kesatuan dari masing-masing paslon. Tidak hanya itu, bahkan riak-riak dari tim fanatik paslon tidak bisa terhindarkan ketika masing-masing paslon memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh moderator yang juga menjadi ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM) itu.

Dalam sesi pertama, moderator memberikan satu pertanyaan yang sama kepada ketiga paslon kandidat yakni mengenai komitmen paslon untuk pembangunan Kota Kendari jika kedepannya menjadi Walikota Kendari. Ketiga paslon dengan santai memaparkan janji-janji politiknya dengan waktu dua menit yang diberikan oleh moderator. Misalnya seperti paslon nomor urut 1 Abdul Rasak-Haris Andi Surahman (Rasak-Haris) berjanji akan mengubah mengenai Peraturan Walikota (Perwali) terkait Pajak Bumi dan Bangunan.

Menurutnya, Perwali mengenai PBB Kota Kendari sangat membebankan masyarakat Kota Kendari khususnya masyarakat kalangan ekonomi menengah kebawah. Selain itu, dirinya juga siap menjalankan roda pemerintahan bersama Wakilnya selama lima tahun kedepan untuk memimpin Kota Kendari yang lebih baik.

Sementara itu, paslon nomor urut 2 Adriatma Dwia Putra-Sulkarnain (ADP-Sul) siap memnjalankan seluruh perjalanan pemerintahan termaksud untuk pembahasan mengenai Rancangan Anggaran Biaya untuk tahun 2018 mendatang. Selain itu, anak dari Walikota Kendari (Ir Asrun red) ini akan terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah maupun antara pemerintah dan pemerintah dalam hal ini struktur birokrasi pemerintah Kota Kendari.

Berbeda halnya dengan paslon nomor urut 3, Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud (Zayat-Suri) janji politiknya jika mempimpin Walikota Kendari selama lima tahun kedepan akan menjalin semua aspirasi masyarakat termaksud kebutuhan masyarakat dalam pelayanan pendidikan, kesehatan dan air bersih. Dirinya juga siap melanjutkan apa yang menjadi kekurangan dari sistem pemerintahan Ir Asrun selaku Walikota Kendari sekarang.

Selain itu dirinya juga siap memperbaiki sistem birokrasi ditingkat kelurahan dan kecamatan semata-mata itu dilakukan hanya untuk membuat sistem pemerintahan yang lebih profesionalisme.

Setelah itu, moderator kembali melanjutkan pertanyaan kedua yang dimulai dari paslon nomor urut 2 mengenai komitmennya terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi dilingkup pemerintahannya nanti. Anehnya dengan santai ADP mengungkapkan, untuk permasalahan pemberantasan korupsi sepenuhnya diberikan kepada kewenangan yang lebih berkompeten dalam hal ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kejaksaan dan pihak Kepolisian. Selain itu, dirinya juga siap melakukan peningkatan terhadap seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk bersama-sama melawan korupsi.

Sementara itu, saat paslon nomor urut 3 diberikan kesempatan kepada moderator untuk menjawab pertanyaan terkait pengawasannya terhadap korupsi, Derik mengungkapkan, siap melakukan pengawasan yang berjenjang dan melakukan peningkatan serta memberikan tunjangan kepada para ASN di lingkup Pemkot Kendari semata-mata dilakukan hanya untuk mencegah adanya ASN melakukan korupsi.

Selain itu, anak dari mantan Gubernur Sultra ini siap melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap perbuatan kejahatan luar biasa ini dengan cara melakukan transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Untuk paslon nomor urut 1, Rasak-Haris mengungkapkan, terjadinya korupsi itu karena niat seseorang, sistem, dan pengaruh lingkungan. Sehingga, kata dia, setiap akhlak manusia yang masuk dalam lingkup Pemkot Kendari harus dirubah dalam birokrasi selain itu juga memberikan spiritualisasi dan melakukan pembinaan secara khusus dalam melakukan roda pemerintahan.

Selanjutnya, untuk pertanyaan ketiga yang diberikan moderator kepada masing-masing kandidat debat publik paslon Walikota dan Wakil Walikota Kendari mengenai pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kota Kendari terutama adanya ASN yang terlibat dalam peredaran maupun mengkonsumsi narkoba.

Kesempatan pertama untuk menjawab pertanyaan seputaran narkoba ini diberikan kepada paslon Zayat-Suri dengan waktu yang diberikan selama dua menit. Dengan nada terlihat sangat santai lelaki yang akrab disapa Derik ini mengungkapkan, pencegahan narkoba itu dimulai dari diri sendiri dan dalam keluarga.

Pencegahannya itu, kata dia, dilakukan melalui pendidikan agama yang kuat baik dalam keluarga maupun dalam sistem pemerintahan. Setelah itu, melakukan sosialisasi-sosialisasi dan penyuluhan disekolah-sekolah mulai dari tingkat taman kanak-kanan (TK) sampai kejenjang yang lebih tinggi. Serta akan memasukkan sebagai mata pelajaran tambahan disekolah mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Senada dengan Derik, paslon nomor urut 1, Rasak menjelaskan, pencegahan dan pemberantasan narkoba itu harus dengan tegas dilakukan dan pengawasan khusus melalui tiga hal yakni pembinaan, pengawasan dan melalui penyuluhan. Selain itu, kata dia, jika terbukti adanya keterlibatan baik masyarakat maupun birokrasi akan melakukan penindakan secara khusus melalui jalur hukum.

Bahkan, sesuai dengan regulasi hukum, jika terbukti akan melakukan rehabilitasi kepada para pemakai narkoba dan pencegahan-pencegahan itu akan melakukan program-program yang dimulai dari dalam diri sendiri serta keluarga.

Berbeda halnya dengan kedua paslon tersebut, paslon nomor urut 2, ADP dalam melakukan pemberantasan narkoba dan pencegahannya itu sepenuhnya diberikan kepada lembaga yang lebih berkompeten dalam hal ini Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra maupun BNN Kota Kendari melalui dua langkah yakni akuratif dan melalui pengobatan.

Melajut ke sesi berikutnya, yakni moderator selaku yang menjalankan roda debat publik putaran pertama ini, kembali melakukan pertanyaan. Uniknya pertanyaan yang akan diajukan ini melalui pertanyaan yang dibuat oleh tim panelis dengan melakukan cabut lot masing-masing paslon untuk mengambil masing-masing pertanyaan yang masih disegel didalam amplop.

Kesempatan pertama moderator berikan kepada paslon Rasak dengan pertanyaan seputar komitmennya mengenai pemberdayaan anak dan perempuan.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, lagi-lagi Rasak dengan sanati mengungkapkan dalam melakukan pemberdayaan perempuan pihaknya telah memikirkan sejak jauh-jauh hari. Terutrama, kata dia mengenai kamu perempuan dan anak-anak jalalan dan pedagang kaki lima disepanjang jalan yang ada di Kota Kendari.

“Pemberdayaan itu akan dilakukan dengan cara memberikan suntikan dana melalui kredit usaha mikro dan akan melakukan akses ketingkat yang lebih rendah. Selain itu kami akan mempermudah sistem yang ada di Kota Kendari termaksud kerifan lokal serta akan membentuk perda mengenai perlindungan tenaga lokal yang didalamnya ada perempuan dan anak,” janjinya.

Pertanyaan selanjutnya moderator berikan kepada paslon ADP seputar proses dan prosedur kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sultra dalam menghidari terjadinya Pungutan Liar (Pungli) dilingkup Pemkot Kendari.

ADP mengatakan, siap melakukan perombakan sistem palayanan terpadu menjadi sistem pelayanan online. Selain itu, dengan tegas dirinya mengungkapkan, bukan hanya melalui sistem pelayanannya yang dirubah secara online melainkan aparatur pemerintahannya juga akan ikut dirobah.

“Merubah sistem pelayanan terpadu menjadi sistem pelayanan terpadu online. Bukan hanya sistemnya yang dirubah tetapi aparatur pemerintahannya juga yang akan dirubah,” janjinya.

Kesempatan ketiga diberikan kepada Derik dengan pertanyaan seputar komitmennya menganai tenaga kerja dan mencegah membludaknya pengangguran yang ada di Kota Kendari. Kata Derik, kemiskinan dan pengangguran itu menjadi polemik dalam sistem pemerintahan. Sehingga kata dia, dirinya siap menciptakan lapangan tenaga kerja untuk para masyarakat lokal yang ada di Kota Kendari.

“Kita harus lebih mementingkan tenaga kerja lokal dan menciptakan lapangan kerja yang luas untuk masyarakat Kota Kendari hal itu dilakukan semata-mata hanya untuk mensejahterahkan masyarakat umum khususnya masyarakat lokal Kota Kendari,” ujarnya.

Untuk pertanyaan selanjutnya, moderator memberikan kesempatan kepada masing-masing calon Wakil Walikota untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh tim panelis debat. Dalam kesempatan ini Wakil Walikota pasangan Rasak yang diberikan kesempatan untuk menjawab sebuah pertanyaan mengenai pengembangan ekonomi lokal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Haris mengungkapan, ekonomi lokal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu akan dilakukan melalui pembangunan sarana olahraga dan melalui program-program kepemudaan. Selain itu, dirinya juga mengungkapkan, siap membangun Kota Kendari dengan cara memberikan peluang kepada para investor dalam membuka lapangan usaha di Kota Kendari.

“Kami juga akan memberikan ruang dan mempermudah izin-izin para investor dalam membangun sarana untuk kemajuan Kota Kendari terutama kepada para investor disektor swasta,” ucapnya.

Sementara pertanyaan yang diberikan moderator kepada Calon Wakil Walikota Kendari pasangan ADP, Sulkarnain mengenai strateginya jika nantinya menjadi Wakil Walikota Kendari seputar pelayanan air bersih dan penambahan energi listrik untuk masyarakat Kota Kendari yang saat ini menjadi keluhan.

Sulkarnain juga berkomitmen akan malakukan pelayanan kesehatan rumah sakit dan akan mengubah dari sebelumnya tipe C menjadi tipe B dalam hal ini sistem pelayanannya dan berjanji akan menjadikan pelayanan kesehatan menjadi rumah sakit rujukan.

“Pelayanan air bersih belum maksimal maka akan melakukan pengelolaan secara maksimal,” cetusnya.

Sementara itu, satu-satunya Calon Wakil Walikota perempuan, Suri Syahriah Mahmud diberikan pertanyaan seputar permasalahan reklamasi teluk Kota Kendari. Hanya saja saat moderator memberikan kesempatan kepada Suri untuk menjawabnya, awalnya dirinya sedikit terlihat gugup untuk menjawabnya. Hanya saja, kemudian Suri memaparkan, tidak ada dampak posotif yang diberikan atas reklamasi teluk tersebut.

“Tidak ada dampak positifnya dalam reklamasi itu. Reklamasi teluk Kota Kendari hanya dapat mengakibatkan banjir untuk wilayah Kota Kendari karena tidak ada saluran air dan resapan. Selain itu kami akan membuat Perda mengenai setiap ruko yang ada di Kota Kendari untuk membuat drainase karena permasalahan banjir itu karena tidak adanya drainase untuk aliran air,” ucapnya. (m2/b/lex)

To Top