Lingkar Sultra

Lagi, Bupati Konut Parkir Dua Camat

VELY/BERITA KOTA KENDARI
Suasana saat pelantikan Supardi (Camat Landawe) di balai kecamatan Landawe, Rabu (28/12).

 
WANGGUDU,BKK – Bupati Konawe Utara (Konut), sekali lagi melakukan penggantian camat. Rabu (28/12), giliran Camat Lasolo dan Landawe yang dinonjob.

Sejak pemerintahannya, pemerintahan Ruksamin-Raup tercatat sudah beberapa kali melakukan pelantikan Camat diantaranya Camat Oheo. Wawolesea, dan Lasolo Kepulauan. Pelantikan dilakukan ditempat terpisah alias kecamatan masing-masing.

Rabu (28/12), hal serupa kembali dilaksanakan. Pada hari yang sama, giliran dua camat di kabupaten yang hampir berusia 10 tahun itu yang non job lalu diganti dengan pejabat baru. Masing-masing adalah Ram Asyur
(Camat Lasolo) dan Asripin (Camat Landawe). Kedua mantan pimpinan kecamatan ini diparkir menjadi staf sekretariat daerah kabupaten Konut.

Ram Asyur Supu digantikan Sabarudin. Sedangkan jabatan Asripin diambil alih Supardi yang sebelumnya merupakan staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat. Pelantikannya dilakukan di balai kecamatan masing-masing.

Wakil Bupati, Raup usai melantik Supardi di balai kecamatan Landawe mengatakan pelantikan camat baru itu merupakan upaya penyegaran demi terlaksananya program-program pemerintah Konut. Dirinya mengakui, camat yang baru dilantik merupakan sosok yang bertanggung jawab dan telaten. Sehingga dinilai mampu untuk tugas itu.

Pamor tersebut diharapkan Raup tetap dipertahankan oleh Supardi. Apalagi jabatan Camat yang baru disandangnya merupakan simbol pelayanan bagi masyarakat yang waktu kerjanya tanpa limit waktu. Disela-sela sambutannya, Ketua PAN Konut ini juga tak lupa memberikan apresiasi kepada mantan camat atas dedikasinya selama menjabat.

“Peran dan tugas camat berbeda waktu anda jadi guru maupun Kepsek. Waktu kerja tentu diporsikan lebih banyak. Harus siap on time 24 jam untuk pelayanan kepada masyarakat. Jangan putus asa kalau nanti banyak tamu yang berkunjung di kantor atau rumah. Ini tidak bisa kita hindari karena kita merupakan tempat masyarakat untuk mengadu,” pesannya.

Dengan kondisi sosial di kecamatan Landawe yang heterogen, baik dari segi suku maupun agama, Raup berharap Supardi mampu menempatkan diri di tengah kemajemukan tersebut. Dirinya dituntut harus mampu mambangun serta menjaga toleransi antar warga kecamatan.

“Anda harus memahami kultur masyarakat. Toleransi harus dijaga dan dibangun. Tidak boleh ada diskriminasi. Kalau ada acara keagamaan, agama apapun yang ada di sini, harus dihadiri,” kata Raup.

Sementara, Sukardi dihadapan masyarakatnya mengaku akan memegang serta menjaga amanah yang sudah diembankan kepadanya. Dengan jabatan barunya itu, Supardi mengaku masih membutuhkan banyak bimbingan dari para pimpinannya. Dirinya berharap, usai melantik, Bupati dan wakil terus
melakukan pembinaan kepada dirinya.

“Termasuk juga kepada tokoh-tokoh masyarakat di kecamatan Landawe. Kalau ada kebijakan saya yang salah tolong segera disampaikan kepada saya. Agar tidak terlalu larut dalam kesalahan,” pintanya.

Uniknya, sebelum dilantik kedua calon camat harus melewati satu ritual penting. Mereka (calon camat, red) wajib membuktikan kemahirannya dalam membaca ayat-ayat suci al Quran. Tentunya, ayat-ayat yang hendak dibaca didepan umum belum ditetapkan sebelumnya. Tetapi ditunjuk langsung seketika oleh yang melantik, baik itu Bupati ataupun Wakil Bupati.

Jika tidak mampu, maka pelantikan tidak dilaksanakan alias ditunda. Ritual itu rupanya bukan merupakan aral bagi kedua calon camat, Sabarudin dan Supardi untuk dilantik. Keduanya mahir dalam melantunkan ayat-ayat suci alQuran.

Selain camat, diwaktu yang sama juga dilantik sekretaris Lurah Landawe, Suparman dan ketua TP PKK Kecamatan, Raniba Bintang. Acara pelantikan turut disaksikan oleh ketua DPRD, Jefri Prananda dan Wakilnya, I Made Tarubuana, Sekretaris Daerah, dr Marthaya, unsur Komunikasi Pimpinan Daerah, para kepala SKPD, Lurah, dan para Kades. (k7/c)

To Top