Headline

Digeser, Promosi, dan Pensiun Gubernur Lantik Pejabat Sesuai OPD baru

Gubernur Sultra Nur Alam (berdiri kiri) saat melantik dan mengukuhkan 53 pejabat eselon dua lingkup Pemprov Sultra di aula Merah Putih Rujab Gubernur di Kendari, Kamis. (Foto ANTARA/Azis Senong)

KENDARI, BKK – Gubernur Sulawesi Tenggara, H Nur Alam, mengukuhkan dan melantik 53 pejabat pimpian Tinggi Pratama Pemerintah Sultra dalam organisasi perangkat daerah (OPD) pascaperubahan nomenklatur pejabat struktural berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18/2016 tentang Perangkat Daerah.

Lazimnya dalam suatu pelantikan, dalam pelantikan ini, para pejabat yang dilantik ada yang bergeser dari jabatan lama ke jabatan baru, ada pejabat yang diromposi, ada yang pensiun sehingga digantikan pejabat baru.

Sebagian lagi diganti karena keluar dari ASN setelah ikut pilkada serentak.

Adapun pejabat eselon dua yang bergeser posisinya diantaranya Kadis Informasi dan Komunikasi dengan pejabat yang ditunjuk H Kusnadi yang sebelumnya sebagai kepala Biro Humas Setda Provinsi Sultra.

Lalu dr Yusuf Hamra dikukuhkan sebagai Direktur RSU Bahteramas Sultra, menggantikan dr Abdul Razak yang kini menjadi direktur RSU jiwa provinsi dan Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Sultra.

Ada tiga pejabat yang dipromosi pada jabatan baru yakni Effendy Patulak sebagai pejabat Kadis Perumahan dan Permukiman Sultra, Runduwula Hasan sebagai Pejabat Kadis SDA Bina Marga dan Cipta Karya, dan Fachri Yamsu sebagai pejabat Kadis Tata Ruang dan Konstruksi Sultra.

Sedangkan pejabat yang mengalami pensiun adalah Kadis Sosial Sultra H.Iskandar diganti oleh Armunanto yang sebelumnya Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra. Sedangkan pengganti Armunanto adalah Saemu Alwi yang sebelumnya Asisten tiga Administrasi dan Keuangan Setda Provinsi Sultra.

Sementara sejumlah pejabat yang tidak mengalami pergeseran diantaranya Kadis Diknas dan Kebudayaan Damsid, Kadis Kehutanan Subandrio, Kepala Inspektorat Sultra Suryo Martono, Kadis Kelautan dan Perikanan Askabul Kijo, Kadis Pertanian yang berubah nama menjadi Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan masih dijabat Muh Nasir dan Kepala Kesbang Politik, Yusuf Mundu.

Begitu pula pejabat yang ditunjuk sebagai Pj Bupati di sejumlah kabupaten seperti Hj Siti Saleha sebagai Pj Bupati Bombana masih tetap menjadi Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sultra, Ilah Ladamai Pj Bupati Buton Selatan masih menjadi Kepala Biro Ekonomi Sultra, dan Rony Yakob Laute Pj Bupati Muna Barat juga masih Kepala Biro LPSE.

La Ode Ali Akbar Pj Bupati Buton Tengah masih dilantik menjadi kepala Biro Pemerintahan dan Muhammad Effendy Plt Bupati Buton masih menjabat sebagai Kepala Biro Hukum setda Provinsi Sultra.

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Nur Alam mengatakan, pelantikan dan pengukuhan pejabat eselon dua di lingkungan Provinsi Sultra adalah hal biasa dalam struktur organisasi pemerintahan, apalagi dengan adanya perubahan nomenklatur perangkat daerah yang baru melalui Peraturan Pemerintah.

“Jabatan itu adalah amanah, sehinga suka atau tidak suka bila dialkukan pergeseran ataukan di non jobkan, maka harus diterima,” ujar Nur Alam yang pada Februari 2018 mendatang sudah habis masa jabatan periode kedua sebagai orang nomor satu di Sultra.

Usai pelantikan dan pengukuhan, para pejabat eselon dua lalu mengabadikan dengan melakukan foto bersama dengan gubernur tanpa dihadiri Wakil Gubernur HM Saleh Lasata dan Sekertarsi Daerah Dr. Lukman Abunawas. (m2/c/lex)

To Top