Pelaksanaan UN Tetap 2 Cara – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Pelaksanaan UN Tetap 2 Cara

KENDARI, BKK – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy mengintruksikan agar sekolah di semua jenjang melaksanakan Ujian Nasional (UN) dengan dua cara, yakni Paper Based Test (PBT) atau yang lebih dikenal ujian tertulis dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Kemarin kita sudah mengikuti sekaligus pengarahan dari Mendikbud berkait dengan moratorium UN.

Dimana, dalam arahan yang diberikan Mendikbud bahwa UN pada semua jenjang, disatuan pendidikan itu tetap dilaksanakan dengan dua cara yakni PBT atau ujian tertulis dan UNBK,” ungkap Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari, Makmur saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (28/12).

Berkait itu, kata Makmur, tugas dikbud kabupaten/kota serta Dikbud Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengusulkan sekolah-sekolah mana yang akan diusung. Sebab, deadline waktunya paling lambat 15 Januari sudah dikirim ke laman Kemendikbud, khususnya di badan penilaian.

Kemudian, jelasnya, mata pelajaran yang tidak diujikan dalam secara nasional, masuk dalam kategori Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Artinya, mata pelajaran yang diujikan secara nasional dan ada yang berstandar nasional.

Mata pelajarannya, kata dia, untuk d ijenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih seperti tahun lalu, ditambah dengan USBN. Sedangkan untuk di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA),  disesuaikan dengan jurusannya.

“Sekolah-sekolah yang akan melaksanakan UNBK khusus di Kendari kami masih melakukan pendataan, tetapi pada awal Januari nanti baru bisa kita pastikan sekolah mana yang layak atau menjadi peserta untuk menjalankan UNBK,” paparnya.

Sebenarnya, lanjutnya, Mendikbud tidak menargetkan berapa sekolah yang mesti melaksanakan UNBK, tetapi sarannya lebih banyak lebih baik. Terlebih, ke depan  modus ujian akan dilakukan berbasis komputer, sehingga pihaknya dimandatkan untuk lebih awal menyiapkan sekolah mana saja yang diusulkan untuk menjadi sekolah pelaksana UNBK.

“Syarat yang harus dimiliki sekolah untuk melaksanakan UNBK harus memiliki laboraturium komputer dan minimal sekolah juga memiliki 25 unit komputer, serta satu buah server,” katanya.

Bagi sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan UNBK, kata dia, pemerintah akan memberikan bantuan dalam hal pengadaan komputer tersebut, sesuai dengan spesifikasi dari badan standar nasional.

“Kemungkinan untuk di Kendari sebanyak 10 hingga 20 sekolah akan melaksanakan ujian berbasis komputer ini. Bahkan rencana kami sekolah yang melaksanakan UNBK tersebar di setiap Kecamatan,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Mahdin Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Kendari mengatakan, jika sekolahnya kembali terpilih sebagai salah satu sekolah yang melaksanakan ujian berbasis komputer, pihaknya akan siap. Sebab, akunya, sekolahnya sudah dua kali melaksanakan UNBK.

“Kami siap jika sekolah kami kembali dipilih sebagai salah satu sekolah yang melaksanakan UNBK. Apa lagi kami memiliki semua syarat yang mesti dimiliki sekolah ketika hendak melaksanakan UNBK, seperti laboratoruim, kompute, dan server semua sudah tersedia dengan baik di sekolah kami,” ungka Mahdin lewat telepon genggamnya. (Cr6/b/nur)

To Top