Suksesi

La Ode Ida ke Mubar Bagian Tugas Ombudsman # Bertemu Rajiun dan Hugua Secara Kebetulan, Bukan Kampanye

KENDARI, BKK – Seorang tokoh publik selalu tak luput dari sorotan publik. Seperti itulah yang dialami Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang juga putra daerah Sultra, Dr H La Ode Ida.

Kunjungannya di Muna Barat (Mubar), Sabtu (24/12) lalu, dituding sebagai bagian kampanye ikut mendukung salah satu paslon bupati.

La Ode Ida menegaskan, kunjungannya ke Sultra hingga ke Mubar adalah bagian dari agenda di institusinya (ORI). Dia menyebutkan ada tiga agenda ke Sultra yakni pertama, mendalami laporan tentang Universitas Halu Oleo (UHO), dengan menemui beberapa pelapor untuk ditindaklanjuti, kedua, memantau pelayanan publik dan ketiga, meninjau infrastruktur di daerah otonom baru (DOB). Selain itu, dia juga

“Kedatangan saya di Muna dan Mubar itu adalah bagian menjalankan agenda ombudsman. Bagi saya sangat menyenangkan, dan kalau ada yang plintir, biasalah itu,” ujar La Ode Ida kepada jurnalis Harian Berita Kota Kendari (BKK), Rabu (28/12).

Mantan Wakil Ketua DPD-RI ini menceritakan, tertarik ke Mubar karena mendapatkan informasi tentang pembangunan infrastruktur jalan di daerah itu sudah bagus.

“Kalo dulu  saya ke Muna, umumnya hanya sampe di Raha, karena sudah stres duluan. Sehingga malas berkunjung ke pedalaman lantaran infrastruktur jalan dan jembatannya bikin saya harus diurut sepulang di Raha,” katanya.

Menurutnya, sekitar pukul 17.00 Wita usai istrahat di rumah saudaranya di Raha, da meluncur ke Mubar. Dia mengaku kaget begitu masuk Mubar justru mobil berjalan mulus saja, tanpa melewati jalan rusak, tidak seperti pada kunjungannya beberapa tahun lalu.

“Melihat kondisi itu, saya pun ajak pengemudi untuk keliling Mubar sekaligus melakukan pemantauan infrastrukturnya, karena bagian dari pelayanan publik,” katanya.

Sekitar pukul 18.00 Wita, cerita Ida, mobilnya terhadang kerumunan massa di salah satu halaman rumah warga di salah satu desa di Kusambi.

Supirnya terpaksa meminggirkan mobil, bersamaan dengan itu, dia dilihat sejumlah warga yang ada dalam kerumunan massa itu. “Eh Pak Ida.. warga itu kemudian  menghampiri mobil saya menyalami saya. Saya tidak bisa menghindari karena makin banyak warga yang datang sama saya, makanya saya turun dari mobil,” ujarnya.

Ketika turun dari mobil, warga malah secara bergantian bersalaman bahkan memintanya berfoto bersama. Saat itulah kemudian Ida bertanya kepada warga ada acara apa?

“Saya kaget, karena gak nyangka ternyata bertepatan dengan agenda kampanye. Dan mustinya kampanye tersebut berakhir jam lima sore. Sekali lagi saya tak bisa menghindari dari para keluarga, sahabat, handai taulan dan fans saya itu, sehingga saya pun mandi keringat padahal mentari sudah tengelam di ufuk barat,” ujarnya.

Menurutnya, saat itu ada warga yang mengajaknya masuk ke dalam tenda, tapi dia menolak dengan tegas, karena dia mengaku tahu etika politik kampanye.

Rupanya kerumunan warga menarik perhatian Rajiun dan Hugua yang kebetulan juga sudah mau pulang. Hugua pun datang menyalaminya. Tak lama kemudian juga Rajiun dan Achmad Lamani.

Karena sudah masuk waktu magrib, Ida diajak masuk di salah satu rumah warga, bukan lokasi kampanye. “Saya pun sekaligus menunaikan ibadah sholat magrib di sana. Abis itu, kami makan kue ubi dan bubur kacang hijau dgn gula merah buatan Muna kesukaanku,” akunya.

Setelah itu, lanjut Ida, Rajiun mengajaknya ke kediamannya di salah satu pemukiman transmigrasi. Dan ternyata sebagian warga dan keluarga saya dari beberpa pulau yang dengar ada di rumahnya Rajiun, langsung datang menemui saya di sana. Salah satunya Syamsul, warga pula Balu, orang Bajo keluarga dari almarhum bapak saya,” ceritanya.

Ida menegaskan, pertemuannya dngan Rajiun bukan by desain. Dia mengaku berkunjug ke Mubar tanpa sepengetahuan Rajiun. “Tidak  perlu saya diketahui Rajiun,” katanya.

Soal dia mau hadir di rumahnya Rajiun, Ida mengaku antara dia dengan Rajiun adalah memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat.

“Terhadap Rajiun, sama sekali tak ada yang bisa permasalahkan kalau saya sama atau ke rumahnya.

Karena Rajiun itu cucu dari sepupu almarhum bapak saya alias ponakan saya. Dan dia pun orang dalam rumah saya, pernah tinggal di rumah saya baik di Jakarta maupun di Kendari. Jadi, begitulah hubungan saya dengan Rajiun,” ujar Ida sambil tertawa lebar.

Ya..begitulah..stlah santap malam, kami pun berangkat pulang ke raha dgn melewati jaln2 pemukiman warga trans yg dulu sulit dilewati.

beliau, Kedatangan sy di Muna pun tanpa sepengetahuan dia, dan sy ga perlu utk kasi tau.  Pagi harinya saya ziarah kuburan kedua orang tua saya, mampir ke rumah keluarga yg sedang berduka, dan lalu balik ke kendari, kemudian balik ke jkt dgn gunakan garuda. Salam hangat utk keluarga di sultra dan  muna scara khusus.

Kami pun meminggirkan mobil utk turun, dan ternyata di tempat itu ada cabup/cawabup mubar (rajian n a.lamani). Mrka dlm tenda, dan sy berada di agak kejauhan. Tp agaknya masy ada yg liat sy. Dan sangat mengagetkan sy para warga bergegas berbalik menghampiri sy dan minta berfoto, tak bisa sy menghindar. Silih berganti ratusan warga menghampiri sy shingga Rajiun n a.lamani pun agaknya kemudian tau kalo ada sy.

Sy dengar ada seseorg yg minta sy masuk ke dlm tenda, tp sy menolak krn sy tahu etika politik kampanye. Pa Hugua dan rombongan pun yg sudah akan pulang . hrs sy salaman di pinggir jalan di tengah kerumunan keluarga besar saya itu yg trus minta foto selfi dan sejenisnya pada saya. Sy jg kaget dgn serbuan para warga itu ke saya. Tp sy sadar..mungkin mereka rindu krn sdh lama tak bersua..bahkan sbagian menyatakan baru liat sy scra langsung, dan slama ini hanya liat sy dlm berbagai acara talk show di tv2 nasional.

Siang tadi, di sebuah warung makan Padang sempat berdiskusi degn bapak Laode Ida terkait info kedtngnya di Muna barat yg kerap diperbincangkan diberbagai media di sultra yg dituding mendukung salah satu pasangan calon bupati mubar. In catatan klarifikasi DRI Bapk Laode Ida.

kedatangan sy di muna (dan mubar) sangat menyenangkan. Kalau yg plintir..biasalah itu. Sy ke Muna (Sultra) utk bbrp urusan terkait agenda ombudsman. 1. Mendalami laporan ttg UHO dgn menemui bbrp pelapor utk ditindak lanjuti. 2. Memantau pelayanan publik di mubar. Yg kedua ini sy coba pantau infrastruktur di otda baru itu. Krn sejak dimekarkan blum pernah berkunjung ke sana. Sy sdh kerap dpt info ttg perkembangan mubar stlah mekar di bawah Plt Bupati Rajiun,  tp smula sy tak percaya. Kalo dulu  sy ke muna, umumnya hanya sampe di raha, krn “sdh stress duluan” sehingga malas berkunjung ke pedalaman lantaran infra struktur jalan dan jembatannya bikin sy hrs diurut sepulang di raha. Saya ke sana pun tak ada yg saya britahu. Akhirnya tibalah sy di Muna sore hari dgn kapal siang dari kendari.

Mampir istrahat dikit di rumah kakak, lalu berangkat menuju mubar skitar jam 17. Sy kaget mobil yg sy tumpangi mluncur dgn lancar, dan ketika masuk wilayah mubar..yg sy ‘takut dulu’ sungguh tak terjadi lgi. Jalannya sudah mulus dan luas dan umunya dua jalur ungkap laode. Wah..sy pun ajak pengemudi utk keliling mubar dulu dgn sdikit kagum. Dan jelang jam 18.., mobil lewat dpan kerumunan massa. Saya kaget, karn ga nyangka ternyta bertpatan dgn agenda kampanye cabup mubar. Dan mustinya kampanye tersebut berakhir jam 17. Kami pun meminggirkan mobil utk turun, dan ternyata di tempat itu ada cabup/cawabup mubar (rajian n a.lamani). Mrka dlm tenda, dan sy berada di agak kejauhan. Tp agaknya masy ada yg liat sy. Dan sangat mengagetkan sy para warga bergegas berbalik menghampiri sy dan minta berfoto, tak bisa sy menghindar. Silih berganti ratusan warga menghampiri sy shingga Rajiun n a.lamani pun agaknya kemudian tau kalo ada sy. Skali lg sy tak bisa menghindari dari para keluarga, sahabat, handai taulan dan fans saya itu, shingga sy pun mandi kringat pdhl mentari sdah tengelam di ufuk barat. Sy dengar ada seseorg yg minta sy masuk ke dlm tenda, tp sy menolak krn sy tahu etika politik kampanye. Pa Hugua dan rombongan pun yg sudah akan pulang . hrs sy salaman di pinggir jalan di tengah kerumunan keluarga besar saya itu yg trus minta foto selfi dan sejenisnya pada saya. Sy jg kaget dgn serbuan para warga itu ke saya. Tp sy sadar..mungkin mereka rindu krn sdh lama tak bersua..bahkan sbagian menyatakan baru liat sy scra langsung, dan slama ini hanya liat sy dlm berbagai acara talk show di tv2 nasional.(m2/c/lex)

To Top