Headline

Korban Tabrakan Kapal Diperairan Morowali Ditemukan #Dua Tewas, Satu Luka Berat, Satu Hilang

basarnas efakuasi korban tabrakan kapal

KENDARI, BKK– Korban tabrakan kapal antara kapal tengker pertamina Baubau dan kapal nelayan di perairan morowali, Selasa (27/12) sekitar pukul 18.30 Wita, akhirnya berhasil ditemukan Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Kendari.

Kepala Basarnas Kota Kendari, Amiruddin ditemui di ruangannya, Rabu (28/12) menjelaskan, dari empat korban jiwa yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat tabrakan kapal kini tinggal satu yang masih dalam proses pencarian.

“Kita sudah temukan tiga korban jiwa dari empat korban, dimana dua diantaranya telah meninggal dunia dan satu lainnya luka berat akibat ledakan kapal,” terangnya.

Untuk dua korban meninggal, lanjut dia, yakni Marten dan Teodorus saat ini berada di Rumah Sakit Bayangkara, bersama satu korban lainnya yang mengalami luka berat yakni Irwansyah asal Nusa Tenggara Timur.

“Dua korban meninggal yang kita temukan masih akan divisum terlebih dahulu, sedangkan korban luka berat sementara dalam perawatan insentif, dimana sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Santaana,” jelasnya.

Amiruddin memaparkan, dalam tabrakan kapal yang terjadi, tercatat jumlah kru kapal tengker pertamina Baubau sebanyak 15 orang dengan tujuan arah dari Luwuk ke pelabuhan Baubau, sedangkan untuk kru kapal nelayan hanya berjumlah tiga orang dengan tujuan mencari ikan.

“Kita sudah temukan tiga dan masih mencari satu korban lagi. Karena dari jumlah kru dua kapal tersebut hanya empat saja yang hilang dimana 14 orang lainnya selamat,” paparnya.

Menurut keterangna saksi mata yakni Samsul yang merupakan kru dari kapal nelayan ditemui terpisah menuturkan, proses kejadian tabrakan kapal bermula ketika kapal yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin, sehingga harus berhenti untuk dilakukan perbaikan.

“Saat itu kita lagi berhenti dengan kondisi kapal yang gelap karena mesin kapal sedang dalam perbaikan. Pada saat melakukan perbaikan, tiba-tiba saja kapal tengker pertamina Baubau menabrak kapal kami dan akibatnya memicu ledakan besar. Setelah terjadi ledakan saya lompat di laut bersama yang lain hingga akhirnya mendapatkan pertolongan,” pungkasnya.(Cr5)

To Top