Blanko e-KTP Masih Kosong, Disdukcapil Sudah Keluarkan 3.407 Suket – Berita Kota Kendari
Beranda

Blanko e-KTP Masih Kosong, Disdukcapil Sudah Keluarkan 3.407 Suket

Foto: Kadis Dukcapil Kota Kendari, Dr H Muhamad Rizal SE MSi. (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Sejak November lalu, blanko katru tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kendari mengalami kekosongan.  Namun, untuk warga setempat yang telah melakukan perekaman diberikan surat keterangan (Suket) sebagai pengganti KTP.

Kepala Bidang (Kabid) Data dan Pelaporan Disdukcapil Kota Kendari, Dra Hj Suhriah mengatakan, sejak November hingga Desember 2016, pihaknya telah mengeluarkan 3.407 suket pengganti e-KTP.

“Suket yang kami keluarkan di November sebanyak 2.214, sedangkan Desember sebanyak 1.193,” terangnya. saat ditemui, Rabu (28/12).

Kepala Disdukcapil Kota Kendari,Risal menjelaskan, pemberian suket kepada warga yang belum memiliki e-KTP bukan karena hanya menjelang momen pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwali) Kendari. Menurutnya, hal serupa sering dilakukan setiap kali blanko e-KTP kosong.

“Sebenarnya suket tersebut sifatnya sebagai pengganti e-KTP karena blangko e-KTP dari pusat sampai saat ini belum didistribusikan di daerah-daerah, sehingga bagi masyarakat yang sudah melakukan perekaman e-KTP, kita berikan suket,” terangnya.

Ia juga mengatakan, suket ini diterbitkan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan administrasi yang harus menggunaka e-KTP, seperti pengurusan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), kemudian bank dan layanan lainnya. Termasuk dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Syarat agar masyarakat diterbitkan atau diberikan suket ini terlebih dahulu masyarakat harus terdaftar sebagai penduduk Kota Kendari atau masuk dalam penduduk database kita. Jadi kalau ada masyarakat yang tidak masuk dalam database penduduk kita, tidak mungkin kita buatkan suket,” paparnya.

Suket itu sendiri, lanjutnya, formatnya dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang sudah melekat di dalam aplikasi disdukcapil yang dilengkapi dengan kode barcode (kode batang, red) di bawah foto pemilik suket. Sehingga, menuitnya agak sulit untuk dipalsukan.

Risa menegaskan, jika ada penduduk yang di luar dari Kota Kendari misalkan dari Raha, Makassar dan Jakarta tidak akan diterbitkan suket. Kalaupun dibuatkan suket, maka harus ada mutasi penduduk secara formal terlebih dahulu, baru bisa dimasukan didalam database penduduk Kota Kendari selanjutnya dibuatkan suket.

“Sekarang tidak ada aturan bahwa masyarakat pendatang wajib memiliki KTP Kota Kendari jika sudah menetap di Kendari selama enam bulan, tetapi sekarang aturannya adalah minimal masyarakat memiliki surat mutasi penduduknya langsung dibuatkan suket atau e-KTP jika memang blangko e-KTP sudah siap,” bebernya. (Cr6/b/nur)

To Top