Tiga Buron, Satu Ditahan, dan Satu Dirawat di RSUD # Akibat Tawuran Warga Dua Desa di Muna # Polisi Berlakukan Tembak di Tempat jika Tawuran Lagi – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Tiga Buron, Satu Ditahan, dan Satu Dirawat di RSUD # Akibat Tawuran Warga Dua Desa di Muna # Polisi Berlakukan Tembak di Tempat jika Tawuran Lagi

RAHA, BKK – Bentrokan antar warga di dua desa di Kabupaten Muna membuat jatuhnya korban dari kedua belah pihak. Warga Desa Ghea dan Desa Kondongia terlibat tawuran,   Jumat (23 /12) sore hari yang mengakibatkan sebuah kios milik  Afandi dibakar, serta hujan batu antar dua desa, dan seorang warga dirawat di RSUD Raha.

Namun situsianya saat ini sudah kondusif menyusul tindakan antisipatif dari aparat kepolisian. Untuk  mengantisipasi tawuran susulan, aparat  Polres Muna telah menempatkan  patroli 1 x 24 jam yang dilakukan Polsek Katobu dan Polsek Kontunaga. Polres Muna juga telah menempatkan sejumlah petugas yang berlokasi di posko pengaman di pertigaan Kecamatan Kontunaga.

“Kondisi di dua desa itu sudah kondusif pasca tawuran itu. Saat ini kita lagi mengejar 3 pelaku yang juga bertindak sebagai provokator dari aksi itu. 1 pelaku berinisial H sudah kita tangkap pasca kejadian dan ditahan di sel Polres Muna. H inilah diduga otak provokator dari kejadian tawuran ini termasuk pelaku yang membeli bensin dan menyiram kios milik Afandi warga Desa Kondogia,” kata Yudith sapaan akrab Kapolres Muna ini.

Dia juga menjelaskan,  satu orang pelaku masih dirawat di RSUD Raha saat ini. “Pelaku ini melakukan pengerusakan dengan memukul kaca jendela rumah warga di Desa. Kondongia, hingga tangannya luka. Kita mau periksa pelaku ini, tapi masih dirawat,” jelas Yudith S Hananta Sik tanpa menyebut nama dan inisial pelaku pada koran ini kemarin.

Menurutnya  aksi saling serang dan lempar batu dua desa ini pemicunya  adalah  miras.” Tawuran warga ini karena miras. Mayorits dalam kondisi mabuk saat kita ke tkp. Bahkan ada anak SMP yang kita tangkap di tkp juga dalam kondisi mabuk waktu itu. Malah waktu kita mau menangkap otak pelaku tawuaran ini yaitu H,petugas kita dihadang warga Desa Ghea dalam kondisi mabuk,” tambah Kapolres Muna ini yang juga membenarkan saat ini pihaknya sedang memeriksa puluhan saksi dari kasus tersebut.

Dia juga mengeluarkan peryataan keras pada warga dua desa itu  jika masih saling serang. ” Kalau masih saling serang, terlebih jika menyerang warga dan petugas, akan kami tindak tegas, termasuk tembak ditempat,”ancam perwiraa dengan dua melati di pundak ini.

Sebelumnya menurut sejumlah saksi mata ditkp,  kejadian bermula datangnya  4 orang pria  bertopeng dari Desa Ghea menyerang Desa Kondongia. Mereka mencoba melakukan pengerusakan dan mencoba membakar salah satu rumah warga Desa di Kondongia. Rupanya aksi ini dipicu dendam lama yaitu anak pemilik rumah ( Afandi red), ternyata mempunyai masalah dengan salah satu pelaku pada tahun 2015.

Saat melakukan aksinya sejumlah pelaku dalam keadaan mabuk. Karena mabuk dan tersulut dendam lama, 4 pelaku ini nekat ada yang memecahkan kaca jendela rumah hingga melukai dirinya sendiri.

Kemudian ada yang mengambil botol bensin dan menyiram kios warga Desa Kondogia bernama Afandi, dan ada membakarnya.

Beruntung aksi pembakaran itu tidak berlangsung lama karena pemilik rumah dibantu tetangga berhasil memadamkan api.

Karena  aksi meraka diketahui warga sekitar tkp, para pelaku kembali ke desanya dengan memprovokasi bahwa mereka  ditebas warga Desa  Kondongia. Disinilah aksi tawuran itu akhirnya terjadi.

Kejadian tawuran ini tidak berlangsung lama, karena Polres Muna langsung menerjunkan satu SSK ( satuan setingkat kompi) dan dibeck up pasukan Brimob ke tkp, untuk melerai dan mengamankan warga yang bertikai dan menangkap H sebagai provokator kasus ini. (cr1/b/lex)

To Top