Terkendala Apotek, Fakultas Farmasi UHO Belum Punya Program Profesi Apoteker – Berita Kota Kendari
Beranda

Terkendala Apotek, Fakultas Farmasi UHO Belum Punya Program Profesi Apoteker

KENDARI, BKK– Pengusulan program profesi apoteker untuk Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari sudah siap, namun masih menunggu proses pembangunan apotek yang minimal telah beroperasi selama tiga bulan.

Wakil Dekan III Fakultas Farmasi UHO Kendari, Sunandar Ihsan ditemui di ruang kerjanya,  (27/12), menjelaskan, pembuatan program lanjutan profesi apoteker memiliki dua syarat wajib yang dipenuhi, yakni fakultas induk atau fakultas farmasi minimal berakreditasi B dan memiliki apotek sendiri yang minimal telah beroperasi tiga bulan.

“Dari dua syarat itu, Fakultas Farmasi UHO Kendari sudah menuntaskan satu syarat yakni memiliki akreditasi B dan masih menunggu pembuatan apotek,” terangnya.

Ia melanjutkan, penambahan jurusan ini dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan daerah. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah mahasiswa yang masuk pada fakultas farmasi sebagai fakultas induk untuk melanjutkan kuliah profesi di tiga universitas di Sulawesi Tenggara (Sultra) seperti Mandala Waluya, Avicena dan UHO Kendari.

“Profesi apoteker merupakan kosentrasi dari fakultas farmasi yang saat ini belum ada di Sultra, jadi kita upayakan UHO bisa menjadi yang pertama sekaligus percontohan,” jelasnya.

Pemilik sapaan akrab Yasin ini juga memaparkan, pengusulan program profesi apoteker ini telah mendapatkan banyak restu baik dari pihak UHO bahkan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Olehnya itu, tahun depan diharapkan mahasiswa baru untuk jurusan apoteker sudah ada penerimaan.

“Kita berharap tahun depan sudah bisa menerima mahasiswa baru, apalagi dalam satu tahun atau setiap semester ada penerimaan, dimana proses kuliahnya satu tahun materi dan tahun berikutnya praktek kerja profesi,” paparnya.

Kepala Laboratorium Farmasi UHO Kendari, Henny Kolewora menambahkan, untuk praktek kerja profesi setiap mahasiswa sudah disiapkan tempatnya, yakni di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Bahteramas yang tertuang dalam kontrak Memorandum of Understanding (MoU).

“Sekarang yang pasti baru RSUP Bahteramas, namun ke depannya kita masih akan perluas lagi, dimana saat ini kita tengah membangun jaringan dengan pihak rumah sakit di Pulau Jawa, baik negeri maupun swasta,” pungkasnya.(Cr5/b/nur)

To Top