Kepala DKP Muna Diperiksa Kasi Intel: Membantah Tak Ada Proyek DAK Menyeberang, Bukan Berati Aman – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kepala DKP Muna Diperiksa Kasi Intel: Membantah Tak Ada Proyek DAK Menyeberang, Bukan Berati Aman

fitri/bkk
KETGAM; Kadis Keluatan dan Perikanan Muna La Ode Paliawaludin usai diperiksa di Kejari Muna pada pukul 11.20 Wita

RAHA, BKK – Kejaksaan Negeri Muna terus merampungkan pengusutan kasus dugaan korupsi penggunaan Dana Alokasi Khusus ( DAK ) senilai Rp 200 M tahun 2015.  Sebelumnya sejumlah kapala skpd yaitu Kepala  Bappeda, Kadis DPPkAD, Kadis Perindag, Kadis Pertanian, Kadis Kehutanan, Kadis Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, sudah diperiksa tim penyidik Kejari Muna. Selasa (27/12) giliran Kadis Kelautan dan perikanan La Ode Paliawaludin yang diperiksa Kejari Muna.

Pemeriksaan para kepala skpd diera mantan Bupati Muna LM Baharudin ini terkait kasus dugaan korupsi DAK senilai Rp 200 M.. ” hari ini Kadis Kelautan dan perikanan La Ode Paliawaludin yang kita periksa terkait kasus dugaan korupsi DAK tahun 2015. Tidak hanya Kadis Kelautan dan perikanan, tapi juga Kadis Kesehatan La Ode Rimba Sua, akan kita periksa,” kata Kajari Muna Badrut Tamam,SH MH melalui Kasi Intel La Ode Abdul Sofian SH MH pada koran ini kemarin.

Dia juga mengatakan Kejari Muna sudah menjadwalkan akan memeriksa sejumlah kepala skpd pekan ini diantaranya Kadis Pertambangan dan Energi Erwad, Kadis Perhubungan Hayadi,dan Kadis PU Muna La Ode Bou. Sofian juga membantah  bahwa seorang kepala skpd akan aman aman saja jika mengklaim tidak ada proyek DAK yang menyeberang tahun 2015.

“Bukan cuma itu maalahnya ya. Jadi kalau ada kepala skpd yang bilang tidak ada proyek DAK yang nyeberang tahun lantas aman aman saja, nanti kita lihat.  Kita fokus pada penggunaan DAK, apa proyek itu dia kerjakan sesuai aturan, kelar atau tidak jelas atau tidak, itu inti masalahnya,” kata Sofian sapaan akrab Kasi Intel Kejari Muna ini.

Di tempat terpisah Kapala Dinas Kelauatan dan perikanan Kabupaten Muna La Ode Paliawaluddin mengatakan bahwa tidak ada proyek DAK yang dikerjakannya menyeberang tahun di SKPD yang dipimpinnya itu.

“Memang ada proyek DAK di Dinas Kelautan dan perikanan senilai Rp 5 miliar tahun 2015, termsuk dana pendampingnya sekitar Rp 500 juta. Totalnya sekitar Rp. 6 miliar. Tapi tidak ada yang nyeberang tahun,” katanya pada koran ini usai diperiksa Kasi Intel Kejari Muna kemarin..

Dia juga mengatakan akan datang kembali ke Kejari Muna, jika dipanggil. ” Saya tidak pernah mangkir, karena panggilan pertama, suratnya tidak pernah saya terima. Itu kesalahan di Sekretariat Pemda Muna, yang tidak menyampaikan surat panggilan pertaama pada saya,” pungkas La Ode Paliawaludin yang datang ke Kejari Muna pukul 9.45, berpakaian dinas dan menggunakan mobil dinas.

Pantauan koran ini hngga pukul 14,00 Wita, Kadinkes Muna La Ode Rimba Sua, belum juga memenuhi panggilan Kejari Muna. Padahal kantor Dinkes berjarak cuma 20 meter dari Kejari Muna. Panggilan bagi Kadinkes Muna ini sudah panggilan kedua, karena sebelumnya yang bersangkutan mangkir. (cr1/b/lex)

To Top