Headline

Putra Daerah Sultra Gugur Semua # Dalam Sekelsi KPU dan Bawaslu

“Semoga siapa pun yang akan terpilih dapat terus menjaga prestasi yang sudah ada selama ini dan meningkatkan prestasi penyelenggaraan pemilihan yang akan datang,”
La Ode Abdul Natsir Moethalib

KENDARI, BKK – Pupus sudah harapan putra-putri terbaik Sultra untuk bisa masuk sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2012-2017.

Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan tim seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2017-2022, Kamis (22/12), tak satu pun peserta dari Sultra yang ikut seleksi calon anggota Bawaslu periode 2017-2022 dinyatakan lolos pada tahapan III.

Sebelumnya, ada sejumlah putra-putri terbaik Sultra yang mengikuti tahapan seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2017-2022 tahap kedua. Diantaranya, Ketua KPU Sultra, Hidayatullah bersama anggota KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Moethalib, Iwan Rompo, dan Dian Ekawati Taridala mengikuti seleksi untuk anggota KPU-RI. Sedangkan yang mengikuti seleksi Bawaslu-RI diantaranya, Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu, mantan Ketua KPU Sultra, Abdul Kadir, dan mantan Ketua Kohati HMI Cabang Kendari, Siti Rahma.

“Kami terima dengan ikhlas sebagai cara mensyukuri bahwa banyak pengalaman yang kami petik dari proses yang telah saya lalui. Saya tekuni sepenuh hati, waktu dan sudah maksimal, tapi hasilnya ternyata lain”
Hidayatullah

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah menyatakan, dia dan teman-temannya dari Kendari menerima hasil Timsel, karena memang itu merupakan otoritas mereka.

“Kendati dari awal ada optimisme dari kami, tapi Timsel menilai dari sudut pandang yang lebih luas,” kata Hidayatullah melalui Watshap, Kamis (22/12).

Menurut dia, apa-apa yang mereka telah lalui semuanya wajar-wajar saja, dan mereka bisa melewatinya dengan baik. “Tapi hasil akhir tahap II ini hasilnya seperti ini, yah biasa-biasa saja,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah Timsel cukup obyektif dan fair dalam menentukan kelulusan, Hidayatullah menyatakan tidak ada mekanisme untuk menilai obyektifitas Timsel, walaupun dia merasa ada sejumlah nama yang dia melihatnya terasa asing.

“Kami terima dengan ikhlas sebagai cara mensyukuri bahwa banyak pengalaman yang kami petik dari proses yang telah saya lalui. Saya tekuni sepenuh hati, waktu dan sudah maksimal, tapi hasilnya ternyata lain,” katanya.

Pasca tak lolos, Hidayatullah mengaku kembali akan concern untuk menyukseskan pelaksanaan pilkada serentak 2017 yang sedang berjalan.

Senada dengan hidayatullah, La Ode   Abdul Natsir Moethalib menyatakan, ucapan selamat kepada peserta yang terpilih, dan selamat kepada pansel yang telah menyelesaikan pekerjaannya hingga tahap memilih 36 nama dari 300 peserta seleksi.

“Kami mengucapkan terima kasih yang telah memberikan support dan doa walaupun akhirnya tidak melewati tahap II yakni tes tertulis, psikotes dan tes kesehatan. Saya  bangga menjadi bagian dari proses seleksi calon anggota KPU-Ri periode 2017-2022,” kata Abdul Natsir yang biasa disapa Ojo.

Ojo menyatakan mensupport peserta seleski yang lolos tahap III sehingga bisa mengikuti seleksi dengan baik hingga tahap akhir.

“Semoga siapa pun yang akan terpilih dapat terus menjaga   prestasi yang sudah ada selama ini dan meningkatkan prestasi penyelenggaraan pemilihan yang akan datang,” ujarnya.

Dari hasil pengumuman Timsel KPU dan Bawaslu ada 36 calon yang dinyatakan lolos tahap II untuk KPU dan 22 nama untuk Bawaslu RI.

Dua dari tiga anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang ikut seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017-2022, dipastikan gagal . Hanya Ketua Bawaslu Muhammad yang lolos tahap 36 Besar. Sementara Nelson Simanjuntak dan Daniel Zuhron dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Selain Muhammad, dalam daftar 36 nama yang lolos seleksi tahap II, juga terdapat nama lima komisioner KPU. Masing-masing Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Ida Budhiati, Arief Budiman, Sigit Pamungkas dan Hasyim Asy’ari. Sementara dua komisioner lainnya Juri Ardiantoro dan Hadar Nafis Gumay diketahui tidak lagi ikut mendaftar dalam seleksi kali ini.

Sedangkan untuk calon anggota Bawaslu, dari dua nama anggota Bawaslu periode 2012-2017 yang ikut seleksi calon anggota Bawaslu periode 2017-2022, hanya Endang Wihdatiningtyas yang lolos seleksi tahap II. Sementara Nasrullah dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Sekitar pukul 13.00 WIB (Kamis-red) kami selesaikan nama yang memenuhi kriteria untuk lolos tahap III. Dari 300 calon anggota KPU, akhirnya kami memutuskan yang lolos tahap III ada 36 orang,” ujar Saldi Isra selaku Ketua tim seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2017-2022 di Gedung Kemendagri, Kamis (22/12).

Bagi nama-nama yang lolos, selanjutnya akan mengikuti tes kesehatan lanjutan pada Selasa (17/1/2017) mendatang. Bertempat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Kemudian uji dinamika kelompok dan test wawancara. Test dinamika kelompok pada Selasa (17/1/2017) dan wawancara pada 18-20 Januari mendatang.

“Tim seleksi juga mengundang masyarakat untuk memberikan masukan tentang rekam jejak para alon anggota KPU. Dilengkapi dengan dokumen pendukung, serta identitas, ditujukan ke timsel KPU dan Bawaslu di Gedung F Lantai 3 Kemendagri,” pungkas Saldi. (lex/jpnn)

To Top