Polda Endus Dugaan Korupsi RTLH Konkep 2014-2015 – Berita Kota Kendari
Headline

Polda Endus Dugaan Korupsi RTLH Konkep 2014-2015

Ketgam: Dolfi Komaseh

KENDARI, BKK – Dalam melakukan penuntasan kasus dugaan korupsi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 2014-2015 di Kecamatan Langara Kaupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sub Direktorat (Subdit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, tengah melaksanakan  proses penyelidikan terkait dugaan korupsi uang kini tengah dilakukan pemeriksaan dua orang saksi.

Keduanya adalah Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnaketransos) Kabupaten Konkep dan Kontraktor sebagai pihak yang melaksanakan pembangunan di proyek RTLH tersebut.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Tipikor Polda Sultra, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harnesto melalui Kepala Sub Bisang (Kasubbid) Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra, komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh mengatakan, pihaknya sudah memangil dua orang untuk melakukan klarifikasi terkait kasus korupsi tersebut.

“Kasus ini sementara didalami oleh penyidik. Dua orang telah di periksa, untuk dimintai kesaksiannya atas adanya dugaan korupsi yang dilaporkan oleh sejumlah masayarakat. Mereka diantaranya salah satu Kabid di  Disnaketransos Kabupaten Konkep dan Kontraktor,” kata Dolfi Kamis (22/12).

Ia menambahkan, selain memintai keterangan, penyidik yang menangani kasus ini tengah melakukan pendataan terkait bahan-bahan bangunan proyek pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) tersebut.

“Selain memintai klarifikasi pada sejumlah saksi, penyidik juga akan mendata jumlah bahan bangunan yang digunakan pada proyek yang diduga bermuatan korupsi itu,” ujarnya.

Dijelaskannya, apabila tahap pemeriksaan saksi-saksi selesai digarap, maka penyidik dalam waktu dekat akan mengajukan kasus ini ke Badan Pengawas Keuangan (BPK) Sultra untuk dilakukan audit agar diketahui apakah mengandung unsur kerugian negara.

“Sebelum mengaudit untuk mengetahui seberapa besar kerugian negara kepada BPK, terlebih dahulu  Penyidik akan menyelesaikan proses pemeriksaan saksi-saksi, baru bisa diaudit. Pemeriksaan saksi-saksi merupakan upaya penyidik untuk mengumpulkan bukti-bukti kuat terkait kebenaran adanya dugaan korupsi pada pembangunan RTLH, proyek milik Disnaketransos Konkep tersebut” tambah Dolfi.

Saat dikonfirmasi Dolfi belum bisa membeberkan terkait seberapa besar anggaran yang digunakan pada pembangunan RTLH dan seberapa banyak jumlah Kelompok Keluarga yang dirugikan atas proyek tahun anggaran 2014-2015 yang diduga bermuatan Korupsi itu.

Untuk diketahui, dugaan Korupsi pada proyek pembangunan RTLH bertempat di Kecamatan langara, Konkep tersebut dilaporkan oleh sejumlah masayarakat ke Polda Sultra pada beberapa pekan lalu. Dengan didisposisi langsung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra, Brigadir Jendral (Brigjend) Pol Agung sabar Santoso, penyidik langsung memulai proses penyelidikan. (m2/b/Lex)

To Top