Peringati Hari Ibu, Rektor USN dan Jajarannyya Janji Bersama Tidak Hianati Istri – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Peringati Hari Ibu, Rektor USN dan Jajarannyya Janji Bersama Tidak Hianati Istri

Ketgam: Rektor USN Kolaka Azhari bersama jajarannya mencium kening istri masing-masing, serangkaian hari Ibu ke-88. (Foto: Armin/BKK)

KOLAKA,BKK – Memperingati hari Ibu ke-88, Kamis (22/12), Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Dr Azhari bersama jajarannya melakukan cara berbeda. Untuk membuktikan bentuk cinta dan kasih sayang kepada kaum ibu, Azhari bersama pegawai USN yang memiliki istri mengucapkan janji secara bersama-sama untuk tidak menghianati istrinya masing-masing.

Dalam peringatan hari ibu tersebut, para istri pihak USN memang sengaja diundang. Sehingga, saat penyampaian janji bersama tersebut, para pejabat dan pegawai USN memegang tangan istrinya masing-masing. Salah satu kalimat yang diucapkan, pegawai laki-laki USN yang menghianati istrinya dengan berselingkuh maka diminta agar Tuhan mencabut nyawanya.

“Kalau ada yang selingkuh dengan staf maupun mahasiswi, berarti mempercepat kematiannya,” kata Azhari sambil memerintahkan semua suami untuk mencium kening istrinya masing-masing.

Dalam sambutannya di peringatan hari ibu tersebut, Azhari meminta supaya pegawai USN  menjadi suami yang baik dengan menghargai istrinya. Begitupun istri supaya menghargai suaminya.

“Melalui hari ibu hendaknya dimaknai untuk meningkatkan rasa sayang pada anak-anak, suami dan orang tua,” ucapnya.

Pada kesempatan itu pula, Azhari mengharapkan supaya selalu menginggat dan mempersiapkan kematian. Khususnya bagi istri untuk tidak sedikit-sedikit memaksa suaminya untuk membelikan emas dan barang mewah lain.

“Saya berencana untuk mensertifikatkan tanah khusus untuk penguburan keluarga Azhari,” kata Azhari.

Pada kesempatan itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan USN Kolaka Umi Nuronah Azhari menyampaikan terima kasih kepada rektor dan civitas akademik yang ikut menyukseskan peringatan hari ibu tersebut. Disadari saat ini, ibu modern sudah ada yang lupa kodratnya sebagai ibu dengan bekerja dan melupakan anaknya.

Umi memberikan contoh bagaimana pengorbanan ibu-ibu di Allepo yang memperjuangkan kehidupan anak-anaknya, bahkan makanpun sangat susah. Karena itulah melalui hari obu akan dikembalikan kodrat seorang ibu.

Pelaksanaan hari ibu di kampus tersebut, juga dirangkaikan pemberian bantuan kepada mahasiswa dan janda-janda tua di sekitar kampus.

“Jika ada mahasiswa yatim piatu tidak dapat beasiswa, saya siap membantu semampunya,” kata Umi Nuronah.(cr3/b/nur)

To Top