Kasuistika

Kejari Kolaka Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi

 

Massa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat anti Korupsi, mendatangi gedung Kejari Kolaka meminta penyelesaian kasus korupsi.(Foto: Armin/BKK)

 

KOLAKA, BKK – Puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat anti Korupsi, menggelar aksi didepan kantor Kejaksaan Negeri Kolaka (Kejari), guna menyampaikan dukungan kepada kejaksaan untuk menuntaskan kasus korupsi di Kolaka, Kamis (22/12).

Massa yang merupakan gabungan dari Lembaga Studi Hukum (LSH) USN Kolaka, Forum Swadaya Masyarakat Daerah (Forsda), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dalam orasinya meminta Kejaksaan untuk tidak bergeming dalam menangani proses hukum dugaan kasus korupsi di Kolaka. Mereka juga menyampaikan dukungannya kepada Kejari Kolaka untuk menegakkan hukum.

“Walau bagaimanapun Korupsi merugikan negara dan dapat merusak sendi sendi kebersamaan bangsa. Pada hakekatnya, korupsi adalah benalu sosial yang merusak sendi -sendi kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi penghambat utama jalannya pemerintahan dan pembangunan,” teriak ketua Forsda Jabir ?Luhukuwi.

Demonstran juga meminta Kejaksaan untuk tidak gentar dalam melawan para koruptor, serta siap menghadapi serangan balik melalui beragam cara yang dilakukan para Koruptor untuk tidak disangkakan terhadap kasus Korupsi yang menimpanya, selama Kejari Kolaka masih berpegang teguh pada kerangka penegakan Hukum.

Selain itu, Kajari Kolaka diminta tidak terpengaruh dengan intervensi berbagai pihak dalam penanganan kasus korupsi, hingga mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus Korupsi, sebab itu dinilai preseden buruk bagi kejaksaan.

“Unjuk rasa yang dilaksanakan berulang-ulang didepan gedung Kejaksaan Negeri Kolaka untuk segera mengeluarkan SP3, kalau itu sempat terjadi adalah preseden buruk terhadap pemberantasan Korupsi di Bumi Mekongga Kabupaten Kolaka. Kenapa para penegak Hukum harus takut ? kalau mereka Fight back, kita will be back. Tidak bisa kalau dibiarkan begitu saja akhirnya pemberantasan Korupsi tidak selesai,” tegas Jabir.

Sementara Pelaksana Harian Kajari Kolaka yang juga Kasi Datun Kejari Kolaka Eka Prasetya yang menerima demonstran, meminta dukungan mahasiswa dan masyarakat untuk bersama mengawal kasus korupsi yang tengah mereka sidik.

“Kami tetap proses semua kasus, makanya kami juga meminta dukungan mahasiswa dan masyarakat untuk mengawalnya. Diharapkan aksi unjuk rasa ini juga jangan sampai mengganggu aktivitas mahasiswa dan masyarakat lainnya,” harap Eka Prasetya. (cr3/c/lex)

To Top