Ratusan Warga Konawe Demo Tuntut Janji Gubernur #Terkait Pengaspalan Jalan di Latoma dan Abuki #Gubernur : Akan Dianggarkan di 2017 – Berita Kota Kendari
Headline

Ratusan Warga Konawe Demo Tuntut Janji Gubernur #Terkait Pengaspalan Jalan di Latoma dan Abuki #Gubernur : Akan Dianggarkan di 2017

RUDY/BERITA KOTA KENDARI
TAGIH JANJI POLITIK. Polisi mencoba melerai ketegangan antara massa warga dari Konawe dengan aparat Petugas Satpol-PP, dalam aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (21/12).

KENDARI, BKK– Ratusan massa dari Kabupaten Konawe menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara dan Kantor Gubernur Sultra, menuntut janji politik Gubernur Sultra, Nur Alam yang belum direalisasikan sampai saat ini. Janji tersebut berupa pengaspalan jalan di Kecamatan Latoma dan Abuki Kabupaten Konawe.

Saat menggelar demo di DPRD Sultra, Koordinator Lapangan (Korlap) Andriyadi, masyarakat setempat sudah lama menunggu jalan mereka diaspal sesuai janji politik Nur Alam ketika berkampanye sebagai Calon Gubernur Sultra. Mereka kian cemas karena masa berakhirnya pemerintahan Nur Alam sudah semakin dekat, sementara peningkatan jalan yang dijanjikan tak kunjung diwujudkan.

“Kami memilihnya karena percaya jalan kami akan lebih baik. Tapi ternyata belum ada perbaikan sampai sekarang. Kami datang ke sini untuk mempertanyakan kenapa janji itu belum direalisasikan,” kata Andriyadi.

Dia menjelaskan, kondisi jalan di Kecamatan Latoma sudah rusak parah hingga sebenarnya tidak layak dilalui. Padahal jalan tersebut merupakan jalan provinsi.

Andriyadi mengingatkan, jangan sampai karena masalah ini, masyarakat apatis dengan janji-janji politik. Tak ada lagi politikus yang bisa dipercayai omongannya.

“Jangan karena kalian ada keinginan, baru mau membangun agar menarik simpati masyarakat,” katanya.

Ketua DPRD Sultra, Abdul Rahman Saleh yang menemui massa mengatakan, semua tuntutan mereka akan ditindaklanjuti. Namun menurutnya, jalan wilayah Konawe seperti Abuki, Wawonii dan Latomi sebenarnya menjadi tanggung jawab Pemerintahan Kabupaten Konawe. Karena itu, pihaknya akan segera memfasilitasi keinginan masyarakat dengan pemerintahannya.

“DPRD Provinsi Sultra akan merekomendasikan tuntutan massa langsung kepada Bupati Konawe dan akan direalisasikan pada anggaran 2017 mendatang,” ucapnya meyakinkan massa.

Penjelasan berbeda diungkapkan perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sultra, masing-masing Efendi Patulaic dan Rundubeli Hasan. Menurut Efendi, pengaspalan jalan di lokasi yang menjadi tuntutan warga baru akan dimasukkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017. Tak hanya itu, PU juga berencana membangun talud pantai serta meningkatkan infrastruktur jalan yang ada sekarang.

Dari gedung DPRD Sultra, massa bergerak ke Kantor Gubernur Sultra. Mereka meminta bertemu dengan Gubernur Sultra, Nur Alam, untuk mendengarkan langsung jawaban dari Nur Alam.

Tetapi aksi di kantor gubernur sempat diwarnai ketegangan. Sempat terjadi dorong mendorong antara aparat Satpol PP dengan massa. Ketegangan ini berakhir saat ratusan aparat kepolisian dari Polda Sultra melerai kedua kubu.

Setelah menunggu berjam-jam, massa akhirnya bisa menemui Nur Alam. Di depan pelantaran kantor gubernur tersebut, Nur Alam yang didampingi Wakil Gubernur Sultra, Saleh Lasata mengatakan, pengaspalan jalan di Kecamatan Latoma dan Abuki akan direalisasikan pada APBD-P 2017.

“Intinya kami sebagai Pemprov Sultra berjanji akan memperbaiki jalan yang merupakan jalur provinsi tersebut. Tetapi anggaran untuk perbaikannya itu nanti di tahun 2017 mendatang,” janjinya.

Usai mendengar penegasan gubernur, massa pun membubarkan diri dengan tertib. (m2/b/aha)

To Top