Program Perbangunan Air Mancur Perlu Diawasi Ketat #Azhar: Semua Komisi III Harus Terlibat – Berita Kota Kendari
Beranda

Program Perbangunan Air Mancur Perlu Diawasi Ketat #Azhar: Semua Komisi III Harus Terlibat

KENDARI, BKK – Lolosnya anggaran pembuatan air mancur senilai Rp 40 miliar tanpa melalui pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), kini mulai disikapi serius.

Anggota komisi III, La Ode Umar Bonte menuturkan, jika apa yang diutarakan anggota komisi III lainnya, La Ode Azhar terkait dewan kecolongan karena masuknya anggaran pembuatan air mancur itu, maka dia berharap hal itu perlu diawasi ketat hingga tuntas.

“Masalah ini sudah mencuat di media, jadi saya berharap bisa dipressure secara terus menerus dan tidak berteriak dalam kedok atau berhenti,” terangnya melalu9i sambungan telepon, Rabu (21/12).

Harapan ini diungkapkannya, lanjut Umar, karena berdasarkan pengalaman yang kerap terjadi di DPRD Kota Kendari, setiap kali sorotan dimunculkan terkadang memiliki target tertentu yang bahkan dikalahkan voting.

“Karena sistim pengambilan kebijakan itu voting, jadi kritis itu terkadang percuma, namun ada juga yang berteriak karena ada kepentingan lain. Dari hal itu, saya harap kritis kali ini benar-benar kritis,” jelasnya.

Untuk itu, Politikus PDIP ini menantang Azhar untuk mempresur program pembangunan air mancur yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari tersebut, hingga tuntas dan tidak akan berhenti jika masalah tersebut belum selesai.

“Saya akan dukung dia kalau memang ingin kritis dan tidak berhenti untuk terus mempressure program tersebut,” tukasnya.

Meskipun, lanjutnya, konteks lolosnya anggaran pembuatan air mancur yang diusulkan Dinas PU Kota Kendari, lebih terkesan karena kelalaian komisi III.

“Saya bisa lihat ini, merupakan kelalaian komisi III yang mencuat karena ada keinginan tidak terpenuhi,” bebernya.

Menyikapi hal ini, La Ode Azhar menuturkan, permintaan Umar Bonte memang cukup baik, namun mestinya permintaan itu tidak ditujukan pada dirinya. Secara keseluruhan anggota komisi III harus terlibat, sebab Dinas PU Kota Kendari mitra komisi III.

“PU itu mitra kita komisi III, jadi tantangan Umar Bonte itu mestinya tidak ditujukan hanya pada saya melainkan secara keseluruhan komisi III,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut dia, banyak dari program Dinas PU yang masuk dalam APBD berujung menjadi masalah. Salah satunya, pengadaan takboat dan ponton yang menelan anggaran hingga Rp 2 miliar. Program ini sudah disetujui tetapi pelaksaannya tidak ada.

“Kan sayang kalau anggaran program yang sudah diporsikan tidak dimanfaatkan, apalagi karena masuknya program itu banyak program lain dihapus. Masalah seperti inilah yang perlu kita jaga jangan sampai terjadi lagi,” jelasnya.

Mengingat, anggaran pembuatan air mancur di tengah tambat labu cukup besar sehingga pertanyaanya, tambah Azhar, seperti apakah air mancur itu, lalu apakah bisa diselesaikan di 2017 karena untuk pengerjaan tambat labu saja belum tentu selesai.

“Pertimbangan lain kita kenapa pengusulan anggaran pembuatan air mancur perlu diawasi yaitu karena tempatnya di tambat labu, yang dengan anggaran Rp 40 miliar seperti apa bentuknya dan apakah mampu diselesaikan di 2017 yang tambat labu saja belum jelas selasinya kapan,” pungkasnya.(Cr5/c/nur)

To Top