Kasuistika

Pengeroyokan di Kampung Salo Propam Masih Identifikasi Oknum Polisi yang Terlibat

KENDARI, BKK– Pembinaan Profesi dan Pengamanan atau Propam Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara hingga kini belum mengetahui siapa saja oknum polisi yang terlibat dalam kasus pengeroyokan dengan korban empat warga Kampung Salo, beberapa waktu lalu. Propam masih terus mencari tahu.

Kabid Propam Polda Sultra, AKBP Agoeng Edi Koeniawan dikonfirmasi melalui selulernya, Rabu (21/12) menerangkan, sejauh ini pihaknya masih dalam proses identifikasi para pelaku. “Belum diketahui. Masih identifikasi,” kata AKBP Agoeng saat dihubungi Berita Kota Kendari.

AKBP Agoeng mengakui ada empat warga yang menjadi korban pengeroyokan di malam itu, yakni Muhammad Fakri, Ian, Firsan dan Rino. Sayangnya, tidak satu pun dari korban yang mengenali pelaku.

Mereka hanya meyakinkan bahwa para pengeroyok itu adalah oknum polisi yang malam itu tengah mencari pelaku balapan liar. “Tapi kita akan terus berupaya untuk mengungkap pelakunya,” janjinya.

Di tempat terpisah, Muhammad Fakri yang menjadi korban mengaku tidak terima atas perlakukan oknum polisi yang main hakim sendiri. Dia pun menuntut Propam Polda Sultra agar serius menangani kasus tersebut.

“Saya dan keluarga masih tidak terima kejadian ini. Untuk itu kami berharap jika pelaku diketahui, dapat dikenakan hukuman yang berat,” tukasnya.

Di lain pihak, salah satu keluarga korban yang juga Anggota DPRD Kota Kendari, La Ode Azhar menjelaskan, anggota keluarganya itu adalah korban salah sasaran dari oknum polisi yang bertugas malam itu. “Kemungkinan besar polisi ini kesal tidak mendapatkan pelaku balapan liar, akhirnya memukul siapa saja yang melintas di lokasi kejadian,” katanya.

Berkaitan dengan hal itu, ia berharap pihak kepolisian untuk meminta maaf secara langsung kepada keluarga korban untuk meredam persoalan ini. Apalagi, masyarakat Kampung Salo punya cerita yang kelam dengan pihak kepolisian.

“Saya berharap persoalan ini tidak panjang, untuk itu pihak kepolisian diharapkan bisa bersikap jantan untuk meminta maaf pada keluarga korban,” imbuhnya. (cr5/b/aha)

To Top