Mahasiswa Cegat Mobil yang Ditumpangi WNA China – Berita Kota Kendari
Aneka

Mahasiswa Cegat Mobil yang Ditumpangi WNA China

RUDY/BERITA KOTA KENDARI
AKSI DI IMIGRASI. Puluhan mahasiswa BEM Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Kendari saat beraksi di Imigrasi Klas I Kendari, Selasa (20/12).

KENDARI, BKK– Fenomena banyaknya Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok yang diduga ilegal mulai memantik reaksi masyarakat. Kemarin, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) mencegat mobil milik perusahaan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang memuat sejumlah Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok.

Aksi tersebut dilakukan mahasiswa saat menggelar aksi di Kantor Imigrasi Klas I Kendari. Kebetulan saat aksi, ada beberapa mobil operasional perusahaan tambang yang memuat beberapa WNA asal Tiongkok. Informasi yang diterima, mereka datang ke Imigrasi untuk mengurus perpanjangan Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas).

Aksi pencegatan itu pun sempat diwarnai ketegangan. Pasalnya, mahasiswa ngotot untuk memeriksa dokumen seluruh penumpang mobil tersebut, namun dihalangi oleh pihak Imigrasi. Beruntung, puluhan anggota Polres Kendari yang diterjunkan mampu mengamankan jalannya aksi itu.

Koordinator Lapangan (Korlap) Bram Barakati mengatakan, aksi itu murni sebagai bentuk antisipasi atas maraknya TKA ilegal yang beraktivitas di Sultra. Mahasiswa juga ingin memastikan bahwa para WNA asal China tersebut benar memperpanjang Kitasnya.

“Kami hanya ingin memastikan apakah dokumen mereka itu betul-betul sah, punya dokumen valid atau tidak,” katanya.

Usai melakukan pencegatan, massa kemudian meminta klarifikasi kepada pihak Imigrasi. Pihak Imigrasi pun memperlihatkan sejumlah paspor milik WNA yang dicurigai tersebut. Namun para mahasiswa nampak tidak puas dan menuntut pihak Imigrasi menunjukkan semua WNA yang tengah melakukan perpanjangan izin tinggal itu.

“Yang kita sesalkan, pihak Imigrasi hanya memperlihatkan paspornya, tapi tidak mau tunjukkan yang mana orangnya. Siapa yang bisa jamin bahwa paspor itu adalah punya para WNA yang berada di dalam mobil itu. Bahkan untuk persoalan berapa jumlah WNA yang ada dalam mobil saja, mereka tidak mau jawab,” kata Bram dengan nada kesal.

Bram meyakini, para WNA tersebut akan bekerja lantaran mereka menumpangi mobil operasional perusahaan tambang yang ada di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Perusahaan tersebut saat ini diketahui tengah membangun smelter.

“Ini sudah jelas-jelas dimobilisasi oleh perusahaan, berarti terindikasi keras mereka akan melakukan aktifitas pekerjaan di sana. Bicara soal pekerjaan, harusnya ada kerja sama dengan instansi terkait antara Imigrasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans),” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Koordinator Intelijen Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Sultra, Subandriani mengungkapkan, bahwa para WNA yang berada di Imigrasi Kendari itu benar-benar mengajukan perpanjangan Kitas. Menurutnya, keberadaan para WNA ini bisa memberikan manfaat karena mereka ikut menanamkan modalnya.

“Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kantor Imigrasi, yang mengacu pada perundang-undangan, Imigrasi memang berwenang memberikan izin atau memperpanjangnya,” tambahnya.

Dengan kata lain, pihak Imigrasi Kendari akan tetap menampung para WNA yang sedang melakukan perpanjangan Kitas. Namun, kata dia, para WNA tersebut harus melengkapi dokumen kelengkapan pribadi di antaranya, Izin Kerja (Intah).

“Apabila para WNA tersebut telah mendapatkan Intah tersebut, maka kami akan memperpanjang Kitas mereka. Dalam izin tinggal kunjungan itu tetap nantinya akan dialihstatuskan menjadi izin tinggal terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penindakan dan Keimigrasian Kendari, Rusfian Efendi juga menjelaskan hal yang sama. “Setiap perpanjangan yang dilakukan Imigrasi itu selalu punya batas waktu, dengan jaminan perusahaan yang menaungi para WNA itu. Perpanjangan itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 2013 Tentang Keimigrasian,” pungkasnya.

Pantauan Berita Kota Kendari, ada empat mobil milik PT IMIP yang memuat WNA asal China. Para WNA sendiri hanya bisa bertahan di dalam mobil setelah adanya aksi pencegatan tersebut. (m2/b/aha)

To Top