Dugaan Korupsi Bansos PAUD Baubau 2015 Jaksa Pastikan Ada Kerugian Negara – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Dugaan Korupsi Bansos PAUD Baubau 2015 Jaksa Pastikan Ada Kerugian Negara

Janes Mamangkey SH

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra telah melakukan pemeriksaan sebanyak 15 orang saksi atas kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial, pengadaan alat permainan anak di 14 Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Baubau Tahun 2015. Meski telah memeriksa 15 orang saksi yang mengetahui aliran dana tersebut, penyidik Kejati Sultra belum menetapkan seorang pun tersangka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH mengakui pemeriksaan untuk saksi telah rampung. Namun, untuk menetapkan tersangka, pihaknya belum bisa memastikan.

“Memang sudah diperiksa semuanya yang 15 orang orang itu, tapi belum bisa langsung kita tetapkan tersangkanya. Tapi kami sudah pastikan ada kerugian negara dari hasil pemeriksaan saksi-saksi ini,” kata Janes saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/12).

Untuk menetapkan salah seorang tersangka, sambungnya, penyidik terlebih dulu akan melakukan gelar perkara. Gelar perkara itu dilakukan untuk memastikan adanya indikasi melawan hukum didalamnya.

Adapun jumlah kerugian negara yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp 40 juta. Adapun nilai total bantuan sosial mencapai Rp 200 juta.

Dana Bansos ini digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada sejumlah PAUD di Kota Baubau. Dana itu digunakan untuk pengadaan alat peraga pendidikan.

Besaran bantuan sosialnya bervariasi, antara Rp17 juta sampai Rp19 juta setiap sekolah atau taman pendidikan.

“Dari hasil keterangan saksi yang juga merupakan kepala sekolah (Kepsek) PAUD di Kota Baubau itu, ada yang menerima Bansos tetapi telah dibelanjakan sebagai keperluan sekolah. Namun, ada juga yang belum menggunakan dengan sejumlah total Rp 10 juta. Sehingga uang itu nantinya akan disita sebagai barang bukti,” tambahnya.

Informasi dugaan penyelewengan dalam kasus ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Diketahui, kasus tersebut awalnya ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau. Namun diambil alih Kejati Sultra untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (m2/c/aha)

To Top