Beranda

Satu Tewas, Seorang Lainnya Kritis # Mobil Milik PT TBS Terjun Kejurang Sedalam 15 Meter

Proses evakuasi dua korban kecelakaan mobil milik PT TBS di desa Pongkalaero kecamatan Kabaena Selatan, Senin (19/12). Foto; Ahmad Ridha/BKK

RUMBIA, BKK– Diduga rem blong, sebuah mobil pick up milik PT Tambang Bumi Sulawesi (TBS) salah satu perusahaan penambang nikel di kecamatan Kabaena Selatan kabupaten Bombana terperosok ke jurang.

Peristiwa naas ini terjadi pada, Senin (19/12) sekitar pukul 10.00 Wita. Informasi yang dihimpun, kecelakaan ini bermula saat mobil tersebut terminal khusus penampungan ore (Jetti) milik perusahaan tersebut.
Belum diketahui secara pasti apa merek mobil yang mengalami kecelakaan itu, namun berdasarkan informasi dari sejumlah sumber mobil tersebut berjenis “Pick Up” menyerupai kijang Toyota Hilux.

Karena kondisi mobil yang diduga tidak layak dikendarai ditambah dengan kondisi jalan yang terjal, mobil tersebut hilang kendali dan menabrak tebing sebelum akhirnya terperosok kejurang yang diperkirakan sedalam belasan meter.

Akibat kecelakaan ini, satu dari dua penumpang mobil tersebut bernama,
Muh Sukhair (25) tewas ditempat. Seorang penumpang lainnya bernama, Rely (23) mengalami luka parah dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pertolongan medis.

Warga desa Pongkalaero bernama, Jum’ana menceritakan, mobil milik PT TBS tersebut memang sudah tidak layak pakai karena sudah rusak parah.

“Kalau bahasa saya mobil itu bukan lagi rusak, tapi sudah tidak layak digunakan. Remnya blong, baru sudah tapo-tapo mi, jadi memang wajar kalau kecelakaan ini terjadi,” cerita Jum’ana.

Tambahnya, pasca kecelakaan ini pihak perusahaan sudah nampak mendatangi rumah kedua korban kecelakaan tersebut.

Dikonfirmasi soal kecelakaan ini, manajemen PT TBS, Edward yang dikonfirmasi wartawan, kemarin masih enggan berkomentar banyak. Kendati begitu dirinya mengaku bahwa kedua korban tersebut bukanlah karyawannya.

“Kalau mobil yaa tapi tidak secara langsung. Tapi kalau korbannya bukan karyawan kami. Mereka hanya berada dilingkup areal kerja kami saja,” ujar Edward.

Dia mengatakan, masalah tersebut sedang ditangani pihak kepolisian setempat sehingga pihak PT TBS belum bisa berkomentar.

“Insiden sedang diselidiki pihak kepolisian dan belum bisa kasih komentar apa-apa. Jadi kita tunggu saja dulu hasil dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kabaena, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Jamaludin yang dikonfirmasi melalui sambungan telfon selulernya membenarkan adanya kecelakaan naas tersebut.

“Laporannya sudah kami terima, mobil milik PT TBS tersebut memang mengalami kecelakaan hingga terperosok kejurang sedalam 15 meter,” ungkap Jamal.

Saat ini tambah dia, polisi sedang melakukan penyelidikan terkait kecelakaan ini sebab laporannya sudah ditangani pihak Kepolisian Resor (Polres) setempat. (cr2)

To Top